JAKARTA, Detiktoday.com – Pasar konsumen emas terbesar di dunia mulai melihat penurunan impor logam mulia, seiring menguatnya ketersediaan di dalam negeri.
Melandainya impor terjadi di tengah penurunan harga emas spot ke level di bawa US$ 4.000 per troy ounce untuk pertama kalinya sejak November 2025, tertekan oleh penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (26/6/2026) impor emas bersih China melalui Hong Kong mengalami penurunan sekitar 38% secara bulanan pada Mei 2026.
Data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan pada hari Kamis bahwa impor emas China melalui Hong Kong mencapai 53.674 metrik ton, turun dari 86.715 ton yang tercatat pada bulan April 2026.
Data impor emas China melalui Hong Kong tidak memberikan gambaran lengkap tentang total pembelian oleh negara tersebut, karena emas juga diimpor melalui Shanghai dan Beijing.
Total impor emas China melalui Hong Kong hanya mencapai 65.562 ton pada bulan Mei, turun sekitar 34% dari 99.327 ton pada bulan April.
“Dengan impor langsung ke China yang sudah sangat kuat dalam beberapa bulan terakhir, tampaknya kebutuhan untuk mengimpor dari Hong Kong berkurang,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.
Sementara itu, bank sentral China terus meningkatkan cadangan emasnya untuk bulan ke-19 berturut-turut pada Mei 2026.
Cadangan emas PBOC telah meningkat menjadi 74,96 juta ons troy pada akhir Mei 2026 dibandingkan dengan 74,64 juta ons pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, Bursa Berjangka Hong Kong mengatakan akhir bulan lalu bahwa pihaknya berencana memperkenalkan diskon biaya perdagangan emas dan program insentif di seluruh pasar untuk kontrak berjangka emas dalam upaya untuk meningkatkan likuiditas dan menghidupkan kembali kontrak tersebut.