JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan, Jumat (12/6/2026).
Sementara itu, IHSG ditutup melemah di level 5.886 (0,28%) pada perdagangan Kamis (11/6/2026), setelah sempat bergerak fluktuatif.
Koreksi tajam pada indeks di Wall Street, kenaikan harga minyak, pelemahan harga emas, serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sempat menjadi sentimen negatif yang memicu terjadinya profit taking setelah indeks mengalami penguatan signifikan selama dua hari berturut-turut.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, pelemahan indeks berkurang setelah dilaporkan bahwa AS telah menyelesaikan serangan terhadap Iran dan terjadi pelemahan pada harga minyak dunia.
Selain itu, katalis positif juga berasal dari adanya berita domestik bahwa Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran untuk program MBG.
Sektor barang baku mencatatkan koreksi terbesar (4,27%), sedangkan sektor keuangan membukukan penguatan terbesar (1,36%).
Di pasar spot, rupiah ditutup melemah 0,25% di level Rp 17.989 per dolar AS. Secara teknikal, MACD berpotensi membentuk Golden Cross dan IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10.
“Sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Kamis (11/6/2026).
Sama halnya, MNC Sekuritas juga mengungkap bahwa IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.065-6.256 pada perdagangan Jumat (12/6/2026).
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham MEDC, PGAS, SMDR, dan VKTR untuk trading, Jumat (12/6/2026).