JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan menguji level 6.000 pada perdagangan, Selasa (7/7/2026).
Sementara itu, IHSG ditutup menguat di level 5.916 (0,69%) pada perdagangan Senin (6/7/2026).
Namun, volume dan nilai transaksi perdagangan berlangsung relatif sepi, yaitu dengan total volume lebih dari 19,6 miliar saham dan nilai transaksi lebih dari Rp 9,4 triliun, jauh di bawah rata-rata harian perdagangan yang masing-masing sekitar lebih dari 41 miliar saham dan sekitar Rp 24 triliun.
Saham sektor barang konsumen non-primer membukukan penguatan terbesar (1,26%), sedangkan sektor infrastruktur mencatatkan koreksi terbesar (0,05%).
Harga minyak WTI berada di bawah level US$ 69 per barel, Senin (6/7/2026), yang merupakan level terendah sejak Februari, disebabkan oleh kekhawatiran akan potensi kelebihan suplai akibat pulihnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz serta kesepakatan OPEC+ untuk menaikkan produksi sebanyak 188 ribu barel per hari untuk bulan depan.
Sedangkan, harga emas mengalami koreksi akibat penguatan dolar AS pada Senin (6/7/2026). Rupiah kembali melemah 0,23% ditutup di level Rp 17.995 per dolar AS pada Senin (6/7/2026).
Sementara itu, IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10, namun di bawah level MA20. Histogram positif MACD melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot.
“Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Senin (6/7/2026).
Kemudian, dari MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan rawan terkoreksi dengan menguji level 5.472-5.540.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy saham BBRI, MDKA, TINS, dan XCEG. Lalu, sell untuk saham EMAS, untuk trading, Selasa (7/7/2026).








