Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Haryanto, menggelar dialog dan sosialisasi bersama warga di Rumah Pemenangan Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati, dalam rangka masa reses untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.
“Masa reses seperti ini bisa menjadi media komunikasi dua arah, sehingga menjadi jembatan komunikasi langsung antara DPR RI dan konstituennya,” kata Haryanto, anggota DPR RI Dapil III Jawa Tengah, dikutip Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari masa reses yang wajib dijalankan setiap anggota parlemen, dengan tujuan kembali ke daerah pemilihan dan menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
Haryanto menegaskan, reses bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan forum bagi warga untuk menyampaikan usulan, aspirasi, hingga berbagai informasi penting yang akan menjadi bahan evaluasi program pemerintah, mulai dari pembangunan irigasi pertanian hingga kebutuhan infrastruktur desa.
“Kegiatan ini dihadiri warga dari Rembang, Blora, serta perwakilan dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pati. Tentu akan lebih banyak aspirasi yang bisa diserap,” jelasnya.
Meski rutin turun ke daerah pemilihan, Haryanto menilai kegiatan reses tetap penting karena melibatkan lebih banyak peserta. Kali ini, kegiatan dihadiri warga dari Rembang, Blora, Grobogan, serta perwakilan sejumlah kecamatan di Pati.
Sebagai anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, ia menampung berbagai masukan terkait pembangunan jalan, perumahan, transportasi, pembangunan pedesaan, hingga informasi kebencanaan dari BMKG.
“Ini penting kami sampaikan agar masyarakat bisa bersiap. Selain itu warga juga bisa mengakses informasi resmi sebagai panduan,” paparnya.
Dalam dialog tersebut, Haryanto juga menyampaikan hasil rapat Komisi V dengan mitra kerja terkait prediksi cuaca. Ia mengungkapkan, musim kemarau 2026 di Jawa Tengah diperkirakan datang lebih awal dan lebih kering dari kondisi normal, dengan puncak terjadi pada Agustus.
Mayoritas wilayah Jawa Tengah diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei, sementara sebagian wilayah utara sudah lebih dulu mengalaminya sejak April. Durasi kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung selama 5 hingga 7 bulan, yang berpotensi berdampak pada pola tanam padi, khususnya bagi petani di wilayah pantura timur.