Surabaya, Detiktoday.com— Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, mengajak masyarakat untuk mulai memperketat pengelolaan keuangan keluarga dan mengatur pola hidup sehat.
Imbauan ini menyusul dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.743 per dolar AS dan mulai memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Legislator yang akrab disapa Bulek tersebut menjelaskan, fluktuasi ekonomi global saat ini lambat laun mulai merembet ke sektor usaha mikro dan makro, hingga memengaruhi stabilitas dapur rumah tangga. Oleh sebab itu, ia meminta warga Surabaya lebih bijak dalam membelanjakan uangnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Kalau biasanya sering belanja di mal, ya direm dulu. Pembelanjaan yang tidak perlu dikurangi, yang penting sekarang efisiensi dan mengatur kebutuhan sehari-hari,” ujar Budi, Rabu (20/5/2026).
Langkah paling sederhana yang bisa diterapkan di tingkat keluarga, lanjut Budi, adalah dengan tegas membedakan antara kebutuhan primer dan keinginan sekunder. Menurutnya, menekan gaya hidup konsumtif adalah kunci agar ketahanan finansial keluarga tidak goyah di masa sulit.
“Kalau memang tidak perlu, ya tidak usah beli. Biasanya makan enak terus, sekarang harus bisa mengantisipasi ke depan. Kehidupan kita harus tertata,” tandas politikus PDI Perjuangan tersebut.
Selain mengetatkan ikat pinggang, Budi juga mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam mencari peluang usaha sampingan demi menambah pendapatan alternatif. Di sisi lain, ia mengingatkan warga agar sebisa mungkin menghindari jebakan utang untuk menutupi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Kekhawatiran Budi bukan tanpa alasan. Ia menyoroti potensi lonjakan harga komoditas pangan menjelang Hari Raya Iduladha, terutama pada sektor hortikultura seperti cabai dan minyak goreng.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Kenaikan harga bahan dapur ini dinilainya menjadi indikator paling nyata yang langsung memukul daya beli masyarakat lapis bawah.
“Lombok (cabai) itu ukuran paling gampang. Tiba-tiba naik, otomatis harga makanan lain ikut naik. Kalau cabai mahal, ya jangan dipaksakan beli banyak. Kita harus bisa menyesuaikan kondisi,” imbaunya.
Kendati meminta masyarakat mandiri dalam berhemat, Budi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak boleh lepas tangan. Ia mendesak pemerintah daerah untuk mengoptimalkan jaring pengaman sosial melalui intervensi pasar, seperti menggelar pasar murah secara masif, menyalurkan bantuan sosial tepat sasaran, serta menjamin proteksi layanan kesehatan dan pendidikan bagi warga miskin.