JAKARTA, Detiktoday.com – Nilai tukar (kurs) rupiah terpantau terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam pembukaan perdagangan hari Senin, 15 Juni 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.06 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah siang ini menguat perkasa 181,50 poin (1,02%) ke level Rp 17.678 per dolar AS.
Pada Senin pagi (15/6/2026), nilai tukar rupiah dibuka menguat signifikan 82 poin (046%) ke level Rp 17.778 per dolar AS.
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede memproyeksi rupiah hari ini bergerak dalam kisaran Rp 17.700 per dolar AS.
Rupiah menguat saat dolar AS bergerak relatif mendatar sepanjang sesi perdagangan Jumat seiring pelaku pasar menantikan perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada pagi hari ini, kedua negara mengumumkan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, menerapkan gencatan senjata, memulai negosiasi terkait program nuklir Iran, serta melonggarkan sanksi terhadap Iran.
Dari sisi internal, rupiah menguat meski imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia turun pada perdagangan Jumat, terutama pada tenor pendek, seiring laporan mengenai kemajuan menuju kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah.
Imbal hasil SBN acuan tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing turun ke level 7,26% (-23bps), 7,42% (-3bps), 7,43% (-11bps), dan 7,41% (-1bps).
“Penurunan harga minyak juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap potensi tekanan fiskal,” beber Josua.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian obligasi pemerintah meningkat menjadi IDR27,17 triliun pada pekan lalu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Rp 22,54 triliun pada pekan sebelumnya.
Kepemilikan asing pada SBN tercatat turun sebesar Rp 2,09 triliun menjadi Rp 866 triliun per 11-Jun-26, yang setara dengan 12,53% dari total outstanding.