Sleman, Detiktoday.com – Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun ini bukan sekadar seremoni rutin di atas kalender. Bagi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, momen ini merupakan alarm bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melakukan introspeksi mendalam terkait kualitas pelayanan publik.
Danang menegaskan bahwa semangat hari jadi tahun ini adalah memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan oleh masyarakat melalui pelayanan yang terus membaik.
Danang memaparkan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kekurangan yang ada. Ia menyebut momentum ini sebagai titik balik untuk mengevaluasi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
“Ini rutinitas tahunan yang penting. Sesuai tagline-nya, semoga kita semua bisa melayani masyarakat secara bersama. Ini menjadi momentum introspeksi dan evaluasi bagi kami. Apa yang kurang akan kita tingkatkan, apa yang belum selesai akan kita kerjakan,” tegas Danang.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Terkait keterbatasan anggaran, Danang menjelaskan bahwa Pemkab Sleman harus memutar otak dengan menerapkan skala prioritas, terutama dalam pembangunan fasilitas publik seperti jalan dan penerangan.
“Yang prioritas tetap harus diutamakan, yang belum mendesak tidak perlu dipaksakan. Yang penting, progres setiap tahun tetap berjalan,” tambahnya.
Menyadari beban berat jika hanya mengandalkan APBD, Danang mengungkapkan strategi Pemkab Sleman dalam mengamankan proyek strategis. Salah satunya adalah memperkuat komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurutnya, dukungan pusat sangat krusial agar APBD Sleman bisa dialokasikan lebih besar untuk pemberdayaan langsung di tingkat warga.
– Target: Bantuan pembiayaan infrastruktur besar dari pusat.
– Tujuan: Agar dana daerah fokus pada pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Sektor pengentasan kemiskinan tetap menjadi “nadi” utama kepemimpinan Sleman. Berdasarkan data tahun 2025 yang tercatat di awal 2026, angka kemiskinan di Sleman menunjukkan tren penurunan. Namun, Danang enggan cepat berpuas diri.
“Kemiskinan itu menjadi salah satu barometer keberhasilan daerah. Yang penting, masyarakat miskin tidak boleh menderita dan harus terus kita dampingi,” ujar Danang dengan nada optimis.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Untuk mendukung hal tersebut, Danang menyoroti tiga pilar utama intervensi pemerintah:
– Pendidikan Tanpa Batas: Melalui program Sleman Pintar dan berbagai beasiswa. Danang menegaskan, “Tidak ada alasan anak tidak bisa sampai sarjana karena pemerintah sudah menyediakan program beasiswa. Yang penting masyarakat punya semangat untuk kuliah.”
– Modal UMKM: Rencana pembukaan akses kredit lunak bagi pelaku usaha yang memiliki kemauan kuat namun terkendala modal.
– Hunian Layak: Kelanjutan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Melalui langkah-langkah konkret ini, Danang berharap Hari Jadi ke-110 Sleman menjadi titik tolak kemajuan yang tidak hanya dirayakan dengan pesta, tetapi dirasakan manfaatnya hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.