DEWA Buka Suara Soal Rencana IPO Anak Usaha

Saham Bakrie Diramal ke Rp 800, Apa Bisa?Saham Bakrie Diramal ke Rp 800, Apa Bisa?

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Saham emiten Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tertekan dalam dua hari bursa terakhir. Padahal ada target harga tinggi untuk saham ini.

Pada perdagangan Rabu (8/7/2026) kemarin, saham Darma Henwa minus 3,87% ke Rp 298. Sebelumnya, di Selasa (7/7/2026), saham DEWA memerah 2,52%.

Kemarin, 274,68 juta saham Darma Henwa diperdagangkan, frekuensi 15.436 kali, dan nilai transaksi Rp 83,33 miliar. Investor asing membukukan net sell di saham ini Rp 3,93 miliar.

Sementara itu, MNC Sekuritas menyebutkan DEWA terkoreksi 3,87% ke 298 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), sehingga DEWA masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 198-224.

Broker efek tersebut merekomendasikan sell on strength saham DEWA di kisaran 302-310. 

Di sisi lain, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), bagian dari Grup Bakrie, sukses mendapatkan kontrak di luar Grup Bumi, yakni dari PT Suku Sejaka Coal (SSC) yang punya tambang di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Ini menjadi katalis kuat lonjakan laba bersih sekaligus saham DEWA.

Berdasarkan riset BCA Sekuritas, besaran kontrak itu mencakup overburden removal (OB) 55 juta bcm dan produksi batu bara 5 juta ton, dengan potensi diperpanjang. Ini adalah sejarah penting bagi DEWA, lantaran bisa mendapatkan kontrak di luar pihak ketiga.

“Kontrak ini meningkatkan prospek laba bersih DEWA dalam jangka menengah,” tulis BCA Sekuritas, dikutip Selasa (7/7/2026).  

Tahun 2027, BCA Sekuritas memprediksi OB DEWA naik 27% menjadi 205 juta bcm dari estimasi 2026 sebanyak 160 juta bcm. Ini akan mendukung pendapatan yang diestimasikan tumbuh 19% menjadi Rp7,9 triliun, sedangkan laba bersih 23% menjadi Rp1,1 triliun.

Rekomendasi dan Target Harga Rp 800

Share