KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham ASII. Target harga saham ASII dipatok sebesar Rp 6.950.
Target harga tersebut berdasarkan valuasi sum of the parts (SOTP) dengan asumsi P/E 2026 sebesar 8,6 kali.
Saat ini, saham ASII diperdagangkan pada valuasi P/E 2026 sebesar 7,7 kali atau sedikit di bawah standar deviasi (SD) +1 dari rata-rata historis 8,1 kali. Ini menunjukkan valuasi ASII masih cukup menarik.
Sementara itu, harga saham ASII sedang murah dengan return on equity (ROE) yang terbilang baik. ASII merupakan salah satu saham berkapitalisasi pasar besar (big cap).
Berdasarkan data di Stockbit Sekuritas, yang diakses pada Jumat (17/4/2026), rasio PE saham ASII saat ini (trailing twelve months/TTM) tergolong murah sebesar 7,6 kali.
Investor asing tengah memburu saham ASII. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) saham ASII di pasar reguler senilai Rp 361,5 miliar dalam sepekan terakhir perdagangan. Net buy asing di ASII merupakan terbesar dibandingkan saham lainnya.
Manajemen Astra (ASII) akan mengusulkan pembagian dividen final sebesar Rp 292 per saham untuk tahun buku 2025 (2024: Rp 308 per saham) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di bulan April 2026.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, ASII telah membayar dividen interim sebesar Rp 98 per saham (2024: Rp 98 per saham).
Dengan demikian, total dividen tunai tahun buku 2025 yang diusulkan mencapai Rp 390 per saham (2024: Rp 406 per saham). Adapun rasio pembayaran dividen sebesar 48%.