Harga Emas Menguat, Berpeluang Menuju US$ 5.005 per Ons Troi

Sinyal Bearish Muncul, Harga Emas Bisa Koreksi Lebih DalamSinyal Bearish Muncul, Harga Emas Bisa Koreksi Lebih Dalam

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia dinilai masih berpotensi bergerak melemah dalam jangka pendek. Pelemahan itu seiring munculnya tekanan teknikal dan sikap hati-hati pelaku pasar yang menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed.

Harga emas hari ini, Selasa (21/4/2026), terlihat jatuh 0,36% ke level US$ 4.803,6 per ons troy saat berita ditulis.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyebut, pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi, namun tekanan koreksi mulai terlihat lebih dominan. Kondisi ini membuka peluang penurunan harga sebelum kembali menemukan arah yang lebih jelas.

Secara teknikal, Geraldo mengatakan, emas memang sempat menutup gap pada awal perdagangan, tetapi momentum penguatan tidak bertahan lama. “Setelah itu, harga justru kembali kehilangan tenaga dan berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support penting di level US$ 4.737 per ons troy,” tulis Geraldo dalam risetnya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Geraldo, level tersebut kini menjadi sorotan utama pelaku pasar. Jika tekanan jual berlanjut, area tersebut berpotensi menjadi target penurunan berikutnya sekaligus pengujian kekuatan buyer di pasar emas.

Geraldo menambahkan, indikator stochastic juga memperkuat sinyal pelemahan. Pola lower high yang terbentuk menunjukkan momentum naik mulai melemah, sementara kondisi belum memasuki area jenuh jual yang biasanya memicu rebound kuat.

Dengan kondisi tersebut, Geraldo menegaskan, peluang koreksi jangka pendek dinilai masih cukup terbuka. Bahkan, selama belum ada katalis baru yang kuat, pergerakan emas diperkirakan cenderung tertahan di bawah tekanan.

Sentimen Fundamental

Share