Siswa SMA Tewas Dianiaya, Anas Karno Desak Pengusutan Tuntas dan Evaluasi Keamanan Surabaya

Siswa SMA Tewas Dianiaya, Anas Karno Desak Pengusutan Tuntas dan Evaluasi Keamanan Surabaya

Share
Share

Surabaya, Detiktoday.com – Anggota DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan TJK alias Thomas (19), seorang pelajar kelas XII SMA di Surabaya.

Anas menegaskan, tragedi ini harus menjadi alarm keras bagi pemangku kepentingan untuk mengevaluasi total sistem keamanan di Kota Pahlawan.

Hal tersebut disampaikan Anas saat mengunjungi rumah duka korban di kawasan Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Senin (8/6/2026). 

Kedatangan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya ini disambut isak tangis histeris pihak keluarga yang masih terpukul oleh kepergian Thomas.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Mendengar langsung kesaksian pilu dari keluarga korban, Anas Karno mengaku sangat prihatin. Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas jalanan biasa, melainkan sebuah tragedi yang merenggut masa depan anak bangsa.

“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ada seorang remaja berprestasi, penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang memiliki masa depan dan bercita-cita kuliah, tetapi harus kehilangan nyawa secara tragis. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tegas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Anas mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya yang telah menetapkan empat remaja berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU sebagai tersangka. Namun, ia meminta kepolisian tidak berhenti di situ dan terus mendalami motif serta peran masing-masing pelaku.

“Tindakan cepat kepolisian ini setidaknya memberikan rasa tenang bagi keluarga korban yang sedang menuntut keadilan,” imbuhnya sembari menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Surabaya ini juga menyoroti rentetan aksi kriminalitas yang marak terjadi di Surabaya belakangan ini. Selain kasus Thomas, baru-baru ini seorang ASN juga dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penjambretan.

Anas menekankan bahwa warga tidak boleh dihantui rasa takut saat beraktivitas di luar rumah.

“Jangan sampai warga Surabaya merasa takut saat keluar rumah. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kejadian yang merenggut nyawa seperti ini tidak boleh dianggap biasa,” cetus Anas.

Sebagai langkah konkret, Anas mendorong penguatan sinergi antara kepolisian, Satpol PP, perangkat wilayah, hingga layanan darurat Command Center 112.

“Pemerintah Kota Surabaya harus mengoptimalkan fungsi CCTV, memaksimalkan patroli Satpol PP, dan memastikan respons layanan 112 semakin cepat serta efektif dalam mencegah tindak kriminal,” tambahnya.

Baca: Rupiah Tembus Rp18.000, Ganjar Pranowo Lontarkan 7 Desakan

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu malam (30/5/2026). Tante korban menceritakan bahwa Thomas awalnya hanya berpamitan keluar rumah sebentar untuk membeli paket data internet dan mencari makan. Namun, tak lama berselang, keluarga justru menerima kabar Thomas ditemukan tak sadarkan diri akibat dianiaya sekelompok remaja menggunakan benda tumpul.

Thomas sempat dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Sayang, nyawanya tidak tertolong akibat pembengkakan otak yang parah.

“Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh sejak kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini,” ujar tante korban dengan suara bergetar di hadapan Anas Karno.

Di mata keluarga, Thomas dikenal sebagai sosok yang pendiam, baik, tidak pernah membuat masalah, dan sedang bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap tuntas motif di balik penganiayaan tragis tersebut.

Share