Surabaya, Detiktoday.com – Teka-teki sosok yang akan menakhodai DPRD Kota Surabaya akhirnya terjawab. Syaifuddin Zuhri dijadwalkan akan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua DPRD Surabaya definitif dalam rapat paripurna yang digelar Rabu (6/5).
Penetapan ini menjadi momentum krusial bagi parlemen kota pahlawan untuk melengkapi struktur pimpinan serta Alat Kelengkapan Dewan (AKD), termasuk Badan Anggaran (Banggar), yang sempat mengalami kekosongan pasca-ditinggal almarhum Adi Sutarwijono pada Februari lalu.
Syaifuddin Zuhri, yang akrab disapa Kaji Ipuk, merupakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya. Ia resmi ditunjuk untuk melanjutkan masa bakti almarhum Adi Sutarwijono yang wafat pada 10 Februari 2026.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Kepastian pelantikan ini menyusul turunnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur. Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya pun bergerak cepat menggelar rapat koordinasi untuk menjadwalkan prosesi pengambilan sumpah.
Sejalan dengan penetapan pimpinan definitif, Fraksi PDI Perjuangan juga melakukan langkah taktis dengan mengisi pos-pos strategis di komisi dan Banggar.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan surat penempatan anggota fraksi.
Salah satu poin penting dalam surat tersebut adalah penugasan Anas Karno di Komisi A sekaligus mengisi slot di Badan Anggaran.
“Secara otomatis itu menjadi porsi PDIP. Tinggal menunggu proses formal di paripurna,” ujar Budi Leksono, Selasa (5/5).
Masuknya Anas Karno memicu reorganisasi internal di Komisi A. Dalam waktu dekat, komisi tersebut akan menggelar rapat internal untuk menyusun ulang struktur pimpinan periode 2024–2029 demi menjaga stabilitas kinerja legislatif.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Budi Leksono menegaskan bahwa selama masa transisi, fungsi pimpinan dijalankan oleh pimpinan sementara. Dengan hadirnya ketua definitif, ia optimistis DPRD Surabaya akan lebih responsif dalam menyerap aspirasi masyarakat.
“Dengan komposisi lengkap, kami siap menjalankan agenda kedewanan secara maksimal dan lebih sinergis,” tegas Budi.
Sebagai bentuk rasa syukur, Fraksi PDI Perjuangan berencana menggelar prosesi potong tumpeng sederhana di ruang fraksi usai paripurna, yang kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers untuk memaparkan agenda kerja ke depan. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik penguatan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di Kota Surabaya.