Tak Ada Demo, Tapi Polisi Tetap Siaga – Detiktoday.com

Tak Ada Demo, Tapi Polisi Tetap Siaga – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, KAPUAS HULU – Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 di Kabupaten Kapuas Hulu berlangsung adem. Tidak ada spanduk dibentangkan. Tidak ada orasi di jalanan. Tidak ada pengerahan massa buruh. Namun Polres Kapuas Hulu menolak lengah.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda, S.I.K., M.H. menegaskan, situasi aman bukan alasan untuk underestimate. Seluruh jajaran tetap siaga penuh memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Uncak Kapuas.

“Meskipun situasi di wilayah Kapuas Hulu terpantau kondusif dan tidak ada kegiatan aksi massa, kami tidak boleh underestimate. Langkah-langkah antisipasi dan pemantauan di titik-titik rawan serta sektor-sektor usaha tetap kami lakukan untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi dan situasi tetap aman,” kata AKBP Roberto Jumat (1/5/2026).

*Instruksi Kapolres: Dari Polres Sampai Polsek Wajib Turun*

AKBP Roberto sudah perintahkan tegas. Semua jajaran, mulai Polres hingga 23 Polsek, wajib pantau lapangan. Tak hanya diam di kantor. Polisi diminta aktif jalin komunikasi dengan pekerja dan serikat pekerja.

“Jangan sampai ada gesekan. Jangan sampai ada hak buruh yang dilanggar tanpa terpantau. May Day ini momentum, kita pastikan semua damai,” ujar Kapolres.

*3 Strategi Polres Kapuas Hulu Amankan May Day*

Untuk menjamin 1 Mei 2026 benar-benar kondusif, Polres Kapuas Hulu jalankan 3 langkah proaktif di lapangan:

1. *Patroli Dialogis ke Sentra Ekonomi*

Personel diturunkan untuk intensifkan patroli. Sasaran utama: kawasan pertokoan, perkebunan kelapa sawit, dan perusahaan padat karya. Polisi tidak hanya lewat, tapi berhenti dan berdialog dengan satpam, mandor, hingga buruh. Tujuannya memastikan tidak ada potensi gangguan kamtibmas.

“Kehadiran polisi harus menenangkan, bukan menakutkan,” kata Kapolres.

2. *Pendekatan Humanis: Dengar Aspirasi Buruh Langsung*

Kasat Binmas dan Kapolsek jajaran diminta silaturahmi ke perwakilan pekerja. Keluhan soal upah, THR, jam kerja, hingga BPJS Ketenagakerjaan ditampung. Polisi jadi jembatan komunikasi antara buruh dan perusahaan.

“Kalau ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin. Jangan anarkis, jangan terprovokasi,” pesan AKBP Roberto.

3. *Posko Siaga Aktif 1×24 Jam*

Personel disiagakan di posko-posko pengamanan. Mulai dari Mapolres hingga Polsek perbatasan. Tujuannya agar respons polisi cepat jika ada laporan gangguan.

“Situasi bisa berubah menit per menit. Kita harus siap,” tegasnya.

*Kapolres: Terima Kasih Buruh, Kalian Tulang Punggung Kapuas Hulu*

Di momen May Day ini, AKBP Roberto Aprianto Uda juga sampaikan apresiasi khusus.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pekerja di Kabupaten Kapuas Hulu. Kalian telah berkontribusi besar dalam pembangunan daerah. Keringat kalian yang menggerakkan ekonomi,” ucapnya.

Kapolres berharap hubungan harmonis segitiga antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah daerah terus terjaga.

“Kalau ada perselisihan, utamakan dialog. Musyawarah jauh lebih baik daripada aksi yang merugikan semua pihak.”pesan Kapolres.

*Imbauan Tegas: Tolak Provokasi, Jaga Kerukunan*

Polres Kapuas Hulu juga titip pesan ke masyarakat, terutama kaum buruh. Pertama, jaga kerukunan di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Kedua, jangan mudah terprovokasi isu-isu liar di media sosial yang sengaja dibuat untuk memecah belah.

“May Day itu hari perjuangan buruh, bukan hari keributan. Sampaikan aspirasi boleh, tapi dengan cara yang bermartabat dan sesuai aturan,” tutup AKBP Roberto. (*)

Share