Landak, Detiktoday.com – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengambil langkah tegas menyusul temuan lauk ayam berulat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 13 Nyanyum.
Karolin menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar oleh pihak penyedia makanan mana pun.
Terkait video temuan daging ayam tak layak konsumsi yang viral di media sosial, Karolin justru memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah. Ia memuji keberanian guru dan kepala sekolah yang memilih mengungkap kasus ini alih-alih menutup-nutupinya.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
”Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah dan guru-guru SDN 13 Nyanyum yang tanggap merekam serta melaporkan kejadian ini. Jangan pernah takut bersuara. Pemerintah daerah berdiri sepenuhnya di belakang pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat. Anak-anak kita berhak mendapatkan yang terbaik,” tegas Karolin dalam keterangannya, Minggu (14/6).
Insiden ini mencuat setelah beredarnya video pengawasan dari pihak sekolah. Dalam rekaman tersebut, tampak guru dan kepala sekolah sedang memeriksa lauk ayam goreng yang hendak dibagikan kepada siswa. Saat daging ayam dibelah, terlihat jelas ulat-ulat kecil menggeliat di dalamnya.
Sejumlah siswa bahkan urung makan karena mencium aroma busuk yang menyengat.
Merespons cepat kejadian yang mengancam kesehatan siswa tersebut, Karolin langsung menginstruksikan investigasi menyeluruh. Hasil evaluasi jajarannya mengungkap fakta mengejutkan: dua dapur penyuplai makanan di sekolah tersebut ternyata belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Secara keseluruhan, tercatat masih ada 9 dapur penyedia program MBG di Kabupaten Landak yang beroperasi tanpa sertifikat kelayakan.
Mendapati fakta tersebut, Bupati Landak tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia langsung memberikan ultimatum keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda
”Saya sudah menerima laporannya dan ini adalah keteledoran yang sangat fatal. Saat ini masih ada 9 dapur penyedia yang belum memiliki SLHS. Saya mendesak seluruh SPPG di Landak untuk segera mengurus dan memenuhi standar kelayakan dapur. Tidak ada toleransi untuk masalah higienitas,” ujar Karolin secara lugas.
Di akhir keterangannya, Karolin meminta para orang tua murid untuk tetap tenang. Ia juga memberikan pesan menyentuh sekaligus peringatan keras kepada para pengelola dapur penyedia makanan agar bekerja dengan penuh tanggung jawab.
”Tolong, mari kita bekerja pakai hati nurani. Yang kalian beri makan ini adalah anak-anak kita sendiri, generasi penerus Landak. Jangan hanya berfokus mengejar target penyediaan, tetapi abai pada kebersihan dan kualitas. Pencernaan anak-anak itu sangat rentan,” pungkasnya.