The Fed Masih Punya Peluang Pangkas Suku Bunga, Ini Syaratnya

The Fed Masih Punya Peluang Pangkas Suku Bunga, Ini Syaratnya

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan bahwa Perang di Timur Tengah dapat mendorong inflasi dalam jangka pendek dan menciptakan prospek yang menantang bagi para pembuat kebijakan moneter.

Dikutip dari Yahoo! Finance, Senin (20/4/2026) tetapi Waller juga memperkirakan bahwa berakhirnya konflik tersebut dapat membuka pintu untuk penurunan suku bunga di akhir tahun ini.

“Semakin lama harga energi tetap tinggi dan (pasokan) terbatas, semakin besar kemungkinan inflasi yang lebih tinggi akan tertanam di berbagai barang dan jasa, berbagai efek rantai pasokan mulai muncul, dan aktivitas riil serta lapangan kerja mulai melambat,” kata Waller dalam teks pidato yang akan disampaikan dalam pertemuan di Universitas Auburn.

“(Jika inflasi tinggi dan perekrutan melemah) saya harus menyeimbangkan risiko di kedua sisi mandat ganda The Fed untuk menentukan jalur kebijakan yang tepat, dan itu mungkin berarti mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran target saat ini jika risiko terhadap inflasi lebih besar daripada risiko terhadap pasar tenaga kerja,” ungkap dia.

Namun, jika konflik di Timur Tengah bisa berakhir, Waller optimis inflasi inti AS akan terus bergerak menuju target The Fed di level 2%. 

Pernyataan Waller akan menjadi yang terakhir dari para pejabat bank sentral AS mengenai kebijakan moneter, dengana adanya masa pembatasan pernyataan publik menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada 28-29 April mendatang.

Pada pertemuan tersebut, para pejabat The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan kisaran target suku bunga saat ini tetap stabil antara 3,5% dan 3,75%, karena mereka terus mengamati bagaimana perang di Timur Tengah berdampak pada perekonomian AS.

Share