JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, Detiktoday.com menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Rabu (8/7/2026), mulai dari target investasi PFII, kesepakatan AS-Iran batal, hingga pajak JHT dievaluasi.
Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1. PFII Ditargetkan Sedot Investasi Rp 500 Triliun
Pemerintah menargetkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mampu menarik investasi Rp 300 triliun hingga Rp 500 triliun melalui berbagai insentif perpajakan dan kemudahan berusaha. Adapun kehadiran PFII diharapkan dapat memperluas sumber pembiayaan sekaligus memperkuat pendanaan jangka panjang bagi perekonomian nasional.
Investasi yang masuk ke PFII diharapkan berasal dari investor asing. Namun, pemerintah memastikan seluruh dana yang masuk harus memenuhi standar kepatuhan internasional guna mencegah masuknya dana dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Baca selengkapnya
2. Kesepakatan AS-Iran Batal: Minyak Naik, Emas Justru Tergelincir
Harga emas dunia mengalami penurunan lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Melemahnya harga sang logam mulia dipicu oleh pernyataan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir.
Ucapan tersebut langsung mendongkrak harga minyak mentah dunia dan memicu kekhawatiran baru terkait inflasi serta kenaikan suku bunga AS menurut laporan Reuters, Rabu.
Baca selengkapnya
3. Pajak JHT Dikaji Ulang
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mengkaji ulang dasar pengenaan pajak Jaminan Hari Tua (JHT), termasuk mekanisme pajak progresif bagi pekerja yang beberapa kali mencairkan JHT akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Kajian tersebut dilakukan menyusul usulan yang disampaikan kalangan serikat pekerja.
Usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Purbaya dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca selengkapnya
4. Optimisme Konsumen Menurun
Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 117,8 pada Juni 2026. Adapun IKK pada Mei 2026 sebesar 120,9%. Meski lebih rendah, IKK pada Juni 2026 masih berada di level optimis.
Keyakinan konsumen pada Juni 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden kelompok di atas Rp 5 juta sebesar 121,4.
Berdasarkan usia, IKK juga tetap di level optimis pada seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (124,3). Secara spasial, IKK mengalami penurunan terbesar di Makassar, Banten, dan Medan, sementara peningkatan IKK terjadi di beberapa kota.
Baca selengkapnya
5. Selain Pajak, Penerimaan Bea dan Cukai Diproyeksi Meleset
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan realisasi kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp 320,6 triliun pada 2026. Penerimaan kepabeanan dan cukai diperkirakan hanya akan mencapai 95,4% dari target.
Artinya, penerimaan kepabeanan dan cukai pada tahun 2026 akan meleset dari perkiraan awal, kendati masih mengalami pertumbuhan. Dalam pagu anggaran 2026, pemerintah menargetkan penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 336 triliun, sehingga proyeksi terbaru menyatakan bahwa penerimaan negara akan mengalami kekurangan sebesar Rp 15,4 triliun.
Baca selengkapnya