TRST Perluas Pasar Ekspor ke Australia dan EropaTRST Perluas Pasar Ekspor ke Australia dan Eropa

TRST Perluas Pasar Ekspor ke Australia dan EropaTRST Perluas Pasar Ekspor ke Australia dan Eropa

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – PT Trias Sentosa Tbk (TRST) optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja high single digit sepanjang 2026 meskipun industri kemasan fleksibel (flexible packaging) masih menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar dolar AS, serta pergerakan harga minyak dunia.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan memperkuat penetrasi pasar ekspor dengan memperluas pemasaran ke Australia dan Eropa, di samping mempertahankan pasar utama di Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Komisaris TRST, Sugeng Kurniawan mengatakan, kinerja positif pada kuartal I-2026 menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga tren pertumbuhan hingga akhir tahun.

“Dengan kinerja kuartal I-2026 yang cukup baik, kami optimistis tahun ini mampu mencatat pertumbuhan minimal high single digit dibandingkan tahun lalu. Memang tantangan pasar masih ada, terutama memasuki semester II-2026,” ujar Sugeng dalam keterangn tertulis, Rabu (1/7/2026). 

Sepanjang kuartal I-2026, TRST membukukan penjualan sebesar Rp 970,46 miliar, meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 842,9 miliar. Perseroan juga berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sebesar Rp 27,85 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp 15,2 miliar pada kuartal I-2025.

Selain itu, laba bruto meningkat 25%, laba usaha melonjak 526%, sedangkan EBITDA tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Sugeng, pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya permintaan baik dari pasar domestik maupun ekspor.

Untuk pasar internasional, perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, khususnya di Australia yang mulai menunjukkan tren positif serta Eropa yang dinilai memiliki potensi besar meski sempat mengalami perlambatan.

“Pasar ekspor tumbuh double digit pada kuartal pertama, sedangkan pasar domestik masih tumbuh single digit. Tahun ini kami akan memperbesar kontribusi ekspor. Saat ini porsinya sekitar 40% dari total penjualan dan masih memiliki ruang untuk berkembang,” katanya.

Di pasar domestik, TRST menerapkan strategi penguatan distribusi dan meningkatkan persediaan barang guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada momentum musiman, seperti Hari Raya Idulfitri maupun ajang olahraga internasional yang mendorong konsumsi produk makanan dan minuman.

Sugeng menjelaskan, perseroan telah menyiapkan stok sejak jauh hari agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu.

“Saat ini jika pelanggan membutuhkan produk dan kita tidak siap, maka peluang pasar akan hilang. Karena itu kami selalu menjaga ketersediaan stok, terlebih saat pasokan produk impor berkurang sehingga terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang sempat memicu gangguan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dan kenaikan harga resin plastik dunia, perseroan memastikan rantai pasok tetap terjaga.

Menurut Sugeng, sekitar 60%-70% penjualan dilakukan melalui kontrak jangka panjang sehingga pasokan bahan baku relatif stabil.

“Bahkan ketika terjadi perang di Timur Tengah maupun kebijakan tarif Amerika Serikat, supply chain kami tetap berjalan lancar karena sebagian besar sudah berbasis kontrak jangka panjang,” katanya.

Perseroan juga berhasil memanfaatkan terbatasnya pasokan produk impor untuk meningkatkan penjualan di pasar domestik maupun ekspor tanpa mengalami gangguan produksi.

Rugi Kurs Bayangi Kinerja

Share