Wall Street Berguguran akibat Ancaman Trump ke IranWall Street Berguguran akibat Ancaman Trump ke Iran

Wall Street Berguguran akibat Ancaman Trump ke IranWall Street Berguguran akibat Ancaman Trump ke Iran

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street berguguran pada perdagangan Rabu (10/6/2026) waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 900 poin setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Dikutip dari CNBC internasional, ancaman itu memicu kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dow Jones ditutup merosot 953,33 poin (1,87%) ke level 49.918,78. Indeks S&P 500 turun 1,62% menjadi 7.266,99, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,98% ke posisi 25.169,50.

Tekanan di pasar meningkat setelah Trump menyatakan, proses negosiasi dengan Iran berlangsung terlalu lama. Ia menegaskan AS akan menyerang Iran dengan sangat keras jika tidak tercapai kesepakatan.

“Iran terlalu lama bernegosiasi untuk sebuah kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan mereka. Kini mereka harus membayar harganya,” tulis Trump melalui media sosial.

Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter Apache militer AS di sekitar Selat Hormuz. Sebelumnya, Trump menuding Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Lonjakan risiko geopolitik langsung mendorong harga minyak dunia lebih tinggi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,07% dan ditutup di US$ 90,03 per barel, sementara Brent menguat 1,8% ke level US$ 93,10 per barel.

Manajer Portofolio Argent Capital Management Jed Ellerbroek mengatakan konflik Iran menjadi faktor yang sangat menentukan arah pasar saat ini. “Jika investor benar dan situasi bisa dikendalikan serta kesepakatan tercapai, pasar akan tenang. Namun jika tidak, harga minyak berpotensi naik jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi pasar saat ini membuat investor sulit merasa nyaman karena ketidakpastian masih sangat tinggi.

Saham Chip Kembali Dihantam

Share