NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (12/5/2026) di tengah lonjakan inflasi dan kenaikan tajam harga minyak dunia akibat memanasnya kembali konflik AS-Iran.
Dikutip dari CNBC internasional, Indeks S&P 500 turun 0,16% ke level 7.400,96 setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) baru. Nasdaq Composite melemah lebih dalam sebesar 0,71% menjadi 26.088,20.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average masih mampu menguat tipis 56,09 poin (0,11%) ke level 49.760,56.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi, khususnya sektor chip, yang mulai mengalami aksi profit taking setelah reli tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Saham Micron Technology anjlok 3,6% setelah sebelumnya melonjak lebih dari 37% dalam sepekan dan melesat sekitar 53% sepanjang bulan lalu berkat euforia industri chip memori.
Sementara itu, saham Advanced Micro Devices turun 2% dan Qualcomm ambles 11%. Padahal sepanjang April, AMD sempat melesat lebih dari 74% dan Qualcomm naik sekitar 39%.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia melonjak tajam. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 4,19% ke US$ 102,18 per barel, sedangkan Brent crude menguat 3,42% menjadi US$ 107,77 per barel.
Kenaikan harga minyak dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi ‘sangat rapuh’ dan ‘on massive life support’ setelah Teheran menolak proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang.
Inflasi Kian Panas