NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street kompak turun pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat. Tekanan terbesar datang dari aksi jual saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan produsen chip, di tengah lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks Dow Jones Industrial Average turun 130,76 poin (0,25%) ke level 52.925,15, setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) intraday. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 1,16% menjadi 25.818,69, sedangkan S&P 500 melemah 0,45% ke 7.503,85.
Aksi jual terutama menghantam saham sektor semikonduktor. Saham Micron Technology anjlok 4,7%, diikuti KLA Corp, Marvell Technology, Broadcom, dan Advanced Micro Devices (AMD) yang juga ditutup di zona merah. ETF sektor semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) bahkan turun lebih dari 3%.
Direktur Riset FBB Capital Partners Mike Bailey mengatakan, ekspektasi investor terhadap sektor AI kini terlalu tinggi sehingga sulit diimbangi fundamental perusahaan. “Harapan pasar sudah sangat tinggi, sementara fundamental belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Itulah yang memicu pelemahan hari ini,” ujarnya.
Menurut Bailey, rotasi investasi dari saham AI ke sektor lain kemungkinan masih akan berlanjut.
Di tengah pelemahan saham teknologi, investor mulai mengalihkan dana ke sektor yang lebih defensif seperti kesehatan, keuangan, dan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.
Saham Eli Lilly melonjak hampir 3%, sedangkan JPMorgan Chase dan Microsoft juga menguat. Walmart turut naik setelah mengumumkan pemangkasan harga sejumlah produk, termasuk daging sapi giling dan minuman Coca-Cola.
Harga Minyak Melonjak








