Wall Street Menyala, Nasdaq Catat Reli Terpanjang Sejak 2009Wall Street Menyala, Nasdaq Catat Reli Terpanjang Sejak 2009

Wall Street Menguat, Saham Semikonduktor Pimpin ReliWall Street Menguat, Saham Semikonduktor Pimpin Reli

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penguatan itu didorong oleh rebound saham-saham semikonduktor setelah mengalami aksi jual tajam pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari CNBC internasional, di sisi lain, investor masih mencermati perkembangan gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Israel.

Indeks S&P 500 naik 0,30% ke level 7.405,73, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,86% menjadi 25.929,66. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 80,77 poin atau 0,16% dan ditutup di level 50.786,01.

Penguatan Wall Street dipimpin oleh saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor yang kembali diburu investor setelah mengalami tekanan besar pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Saham produsen chip memori Micron Technology melonjak hampir 10% setelah sebelumnya anjlok 13%. Saham Nvidia dan Broadcom juga mencatat kenaikan, membantu menopang penguatan Nasdaq yang sarat saham teknologi.

Sebelumnya, Nasdaq terpuruk 4,2% pada Jumat, menjadi penurunan harian terbesar sejak April 2025. Pelemahan tersebut dipicu aksi ambil untung investor terhadap saham-saham semikonduktor yang telah mencatat reli signifikan dalam beberapa bulan terakhir di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemulihan sektor ini juga tercermin dari kenaikan hampir 6% pada iShares Semiconductor ETF setelah sehari sebelumnya anjlok 10%, yang merupakan penurunan terdalam dalam lebih dari enam tahun.

Meski pasar saham menguat, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal pada Minggu, memunculkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan gencatan senjata yang sedang diupayakan. Israel kemudian merespons dengan serangan terhadap sejumlah sistem pertahanan strategis Iran.

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, Iran dan Israel masih berupaya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin. Menurut Trump, proses negosiasi menuju perdamaian tetap berlangsung meskipun kedua pihak masih saling melancarkan serangan.

Belakangan, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, operasi militer terhadap Israel telah dihentikan. Meski demikian, Teheran memperingatkan akan kembali melakukan tindakan militer apabila Israel terus menyerang Lebanon.

Harga Minyak Menguat

Share