JAKARTA, Detiktoday.com – Harga Bitcoin (BTC) ambles pada Senin (20/4/2026) pagi. Pelemahan itu dipicu ketegangan geopolitik AS-Iran dan aksi jual di pasar kripto global.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,32% menjadi US$ 2,5 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini ambles 2,3% ke US$ 74.110 per koin atau sekitar Rp 1,28 miliar (kurs Rp 17.129).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar terkoreksi 1,96%. Dengan Ethereum ambrol 3,56% ke US$ 2.274, Binance (BNB) anjlok 2,13% ke US$ 617, Dogecoin (DOGE) turun 1,94% ke US$ 0,093, Solana (SOL) terpangkas 2,89% ke US$ 83,85, dan XRP melemah 2,34% ke US$ 1,4.
Dikutip dari CoinTelegraph, harga Bitcoin kembali tertekan dan turun ke kisaran US$ 75.000 menjelang penutupan perdagangan mingguan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Koreksi ini terjadi setelah pasar dikejutkan oleh kabar penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran, yang memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia dan mengguncang sentimen pasar global, termasuk aset kripto.
Berdasarkan data TradingView, harga Bitcoin (BTC) sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 pekan di US$78.400 pada Jumat. Namun, tekanan jual kembali muncul seiring memudarnya harapan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Akhir pekan ini diwarnai sinyal yang saling bertentangan dari kedua negara, di mana kesepakatan damai yang sebelumnya diasumsikan tercapai kini dinilai gagal bertahan.
Penutupan Selat Hormuz kembali mengalihkan perhatian pasar ke pergerakan harga minyak, setelah sebelumnya harga minyak mentah WTI sempat turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak 10 Maret.
Analis pasar dari The Kobeissi Letter menyebut, kondisi pasar berpotensi sangat dinamis. “Kami memperkirakan akhir pekan yang penuh gejolak,” tulisnya dalam analisis terbaru.
Sentimen Pasar Dominan