MUMBAI/SHANGHAI, Detiktoday.com — Premi harga emas di India melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir pada pekan ini, dipicu oleh pasokan yang ketat. Di saat yang sama, permintaan emas di China juga mulai meningkat, menambah tekanan pada pasar fisik global.
Dikutip dari Reuters, kenaikan premi emas di India terjadi setelah bank-bank setempat sempat menghentikan impor emas dan perak pada awal bulan ini. Kebijakan tersebut dipicu keterlambatan penerbitan izin impor oleh pemerintah, yang menyebabkan berton-ton emas tertahan di bea cukai.
Sebagai informasi, premi harga emas adalah selisih biaya tambahan di atas harga spot (harga pasar global saat ini) yang harus dibayar saat membeli emas fisik seperti batangan atau koin. Premi mencakup biaya produksi (manufaktur), distribusi, penyimpanan, dan margin keuntungan dealer.
Meski izin akhirnya diterbitkan, ketidakpastian terkait pajak emas membuat bank masih menahan impor. “premi naik karena pasokan terbatas. Bank masih belum mengimpor emas karena ketidakpastian pajak,” ujar seorang trader bullion di Mumbai.
Dealer di India kini menawarkan premi hingga US$ 15 per ons di atas harga domestik resmi, termasuk bea impor 6% dan pajak penjualan 3%. Level ini menjadi yang tertinggi sejak awal Februari. Padahal, pada pekan sebelumnya, harga sempat diperdagangkan dengan diskon hingga US$ 4 per ons dan premi sekitar US$ 14 per ons.
Permintaan emas di India sempat meningkat saat festival Akshaya Tritiya pada 19 April, yang dikenal sebagai momen baik untuk membeli emas. Namun, setelah festival berakhir, pembelian ritel kembali melambat.
Seorang peritel emas di Ahmedabad menyebutkan, permintaan berpotensi kembali meningkat jika harga turun di bawah 150.000 rupee setara Rp 27,51 juta (kurs Rp 183,41) per 10 gram. Saat ini, harga emas domestik India berada di kisaran 151.200 rupee per 10 gram (Rp 27,73 juta), setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di 155.065 rupee (Rp 28,44 juta).
China Jadi Penopang Permintaan