Momen Krusial Bayangi IHSG, Pantau Saham Ini SajaMomen Krusial Bayangi IHSG, Pantau Saham Ini Saja

Momen Krusial Bayangi IHSG, Pantau Saham Ini SajaMomen Krusial Bayangi IHSG, Pantau Saham Ini Saja

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguji level psikologis 7.000 pada awal pekan. Para pemodal bisa fokus memantau 6 saham potensial cuan, mulai dari BBNI hingga ANTM.

Adapun level resistance (batas atas) IHSG di 7.300, sedangkan level support (batas bawah) di 7.000 dan pivot di 7.200.

Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), IHSG ditutup ambles 3,38% ke level 7.129,49. Pelemahan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah tingginya harga minyak mentah dan depresiasi rupiah, meski rupiah di pasar spot akhirnya ditutup menguat 0,3% ke posisi Rp 17.229 per dolar AS.

Adapun ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Perpanjangan gencatan senjata Israel dan Lebanon selama tiga pekan tidak cukup kuat untuk meredakan kekhawatiran pasar. Investor makin meragukan potensi AS dan Iran kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat di tengah konflik di sekitar Selat Hormuz.

Secara teknikal, IHSG telah breakdown dari level MA20. Histogram positif MACD menyempit dan berpotensi membentuk death cross. Terdapat gap down IHSG di sekitar level 7.022.

“Dengan begitu, IHSG diperkirakan menguji level psikologis di 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (26/4/2026).

Dalam sepekan ke depan, investor menantikan momen yang krusial, yaitu FOMC meeting (29/4), yang mana The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75%.

Selain itu, dari AS dijadwalkan rilis data consumer confidence, data perumahan, GDP 1Q26, personal income, personal spending, indeks PCE prices, dan ISM manufacturing index.

Investor juga akan mencermati pertemuan Bank of Japan (28/4) yang diperkirakan juga mempertahankan suku bunga acuan sebesar 0,75%, meski data inflasi di Jepang meningkat. Dari zona euro bakal dirilis data GDP 1Q26, inflasi, dan tingkat pengangguran.

“ECB dan BoE masing-masing diprediksi juga akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 2,15% dan 3,75%,” ungkap Phintraco Sekuritas.

BBNI hingga ANTM 

Share