Wall Street Terbang ke Rekor, Konflik Iran dan AS Bikin Deg-deganWall Street Terbang ke Rekor, Konflik Iran dan AS Bikin Deg-degan

Wall Street Terbang ke Rekor, Konflik Iran dan AS Bikin Deg-deganWall Street Terbang ke Rekor, Konflik Iran dan AS Bikin Deg-degan

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas terbang ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Senin (27/4/2026). Meski penguatan dibatasi oleh ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak.

Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 naik tipis 0,12% dan ditutup di level 7.173,91, mencetak rekor ATH penutupan baru. Nasdaq Composite menguat 0,20% ke posisi 24.887,10, juga mencatat rekor ATH penutupan. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru melemah 62,92 poin atau 0,13% ke level 49.167,79.

Penguatan pasar saham terjadi di tengah sikap investor yang cenderung mengabaikan sementara kebuntuan pembicaraan damai antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk pembahasan gencatan senjata, dan menyebut negosiasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon.

“Banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan! Tidak ada yang tahu siapa yang memegang kendali, termasuk mereka sendiri,” tulis Trump di platform Truth Social, sembari menambahkan bahwa Iran dapat menghubungi langsung jika ingin berunding.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran melalui juru bicara Esmaeil Baqaei menyatakan, saat ini belum ada rencana pertemuan dengan pihak Washington.

Di sisi lain, pasar energi kembali menjadi sorotan. Harga minyak melonjak seiring ketegangan yang belum mereda di kawasan Timur Tengah. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 2,09% ke US$ 96,37 per barel, sementara Brent menguat 2,75% ke US$ 108,23 per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran gangguan jalur distribusi energi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak global. Kondisi ini turut memperkuat tekanan inflasi di pasar global.

Pembukaan Selat Hormuz

Share