JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Antam Tbk (ANTM) mendadak anjlok pada sesi II perdagangan Selasa (28/4/2026). Di sekitar pukul 14.02 WIB, saham ANTM minus 4,13% ke Rp 3.950.
Sudah sebanyak 124 juta saham ANTM diperdagangkan, frekuensi 33.612 kali, dan nilai transaksi Rp 516 miliar.
Saham ANTM tetiba mengalami tekanan jual. Berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham ANTM membukukan net sell Rp 86,6 miliar, tertinggi di antara saham-saham net sell lainnya.
Per akhir sesi I hari ini, saham ANTM juga membukukan net sell asing Rp 39,37 miliar, berdasarkan data pasar yang dirilis Stockbit Sekuritas.
Saham ANTM mendadak merah setelah dua hari bursa sebelumnya selalu menghijau.
Antam Tbk (ANTM) menyampaikan bahwa dengan kesiapan operasional dan ketangguhan strategi bisnis, perusahaan kembali mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada kuartal I-2026 (Januari –Maret 2026, 1Q26).
Capaian tersebut diraih di tengah tantangan global yang masih berlangsung, antara lain fluktuasi harga komoditas, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Kinerja keuangan ANTAM didorong oleh fundamental operasional yang semakin kuat, tercermin dari kinerja segmen nikel yang optimal, penguatan sourcing emas untuk menjaga kesinambungan pasokan, serta mulai beroperasinya pabrik smelter grade alumina (SGA) yang memperkuat pertumbuhan segmen bauksit dan alumina. Pada 1Q26, segmen emas berkontribusi sekitar 81% terhadap total penjualan.
Pada 1Q26, Antam mencatatkan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp 3,66 triliun, meningkat 58% dibandingkan 1Q25 sebesar Rp 2,32 triliun . Sejalan dengan peningkatan tersebut, Antam juga membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 55%, dengan capaian EBITDA 1Q26 sebesar Rp 5,05 triliun, dibandingkan Rp 3,26 triliun pada 1Q25.
Direktur Utama Antam (ANTM) Untung Budiharto menyampaikan bahwa capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional.
Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada 1Q26 tercermin dari laba kotor sebesar Rp 5,62 triliun, meningkat 54% dibandingkan 1Q25 sebesar Rp 3,64 triliun. Sejalan dengan itu, laba usaha pada 1Q26 mencapai Rp 4,50 triliun, tumbuh 67% dari Rp2,69 triliun pada 1Q25.
“Kinerja ini juga didukung oleh kenaikan penghasilan lain -lain sebesar 15% menjadi Rp 279,60 miliar, dari Rp 243,64 miliar pada 1Q25. Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar menjadi Rp 141,77 per saham dasar, atau meningkat 60% dibandingkan Rp 88,69 per saham dasar pada 1Q25,” ungkap Untung dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Pada laporan posisi keuangan, ANTM membukukan total aset sebesar Rp 63,30 triliun pada 1Q26, meningkat 31% dari Rp 48,30 triliun pada 1Q25. Pertumbuhan aset mencerminkan ekspansi usaha serta penguatan kapasitas operasional dalam mendukung kinerja yang berkelanjutan. Nilai ekuitas juga meningkat 17% menjadi Rp 40,41 triliun, dari Rp 34,62 triliun pada 1Q25. Sementara itu, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 9,04 triliun, naik 31% dari Rp6,92 triliun pada 1Q25, mencerminkan fleksibilitas keuangan Perusa haan dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.
Penjualan Emas Cs