Harga Emas Bakal Ditopang Sentimen Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Analis mengungkapkan bahwa harga emas diperkirakan akan kembali menguat dari level fluktuatif di US$ 4.700 per troy ounce setelah akhir dari konflik di Timur Tengah mulai terlihat.

Dikutip dari Kitco News, Selasa (28/4/2026) para analis di Heraeus menyoroti perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang tidak terbatas telah memperpanjang ketidakpastian pasar.

“Awalnya, gencatan senjata ini diterima dengan baik oleh pasar dan logam mulia, dengan harga emas secara bertahap naik dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru pada 17 April. Namun sejak itu, lalu lintas melalui Selat Hormuz sangat sedikit, dan AS telah memulai blokade pelabuhan Iran yang akan berlanjut hingga pembicaraan yang diusulkan selesai,” analis di Heraeus menyoroti. 

Meskipun demikian, pasar saham tampaknya tidak memperhitungkan dampak ekonomi dari konflik yang berkepanjangan.

“Dalam hal ini, kenaikan inflasidi AS kemungkinan akan menutupi pendapatan perusahaan yang kuat dan reli harga emas,” beber para analis. 

“Dalam jangka panjang, kombinasi stagnasi ekonomi dan kenaikan inflasi dapat memberikan lahan subur bagi pasar emas untuk terus berlanjut,” sambungnya.

Analis di Heraeus juga menilai, tren arus masuk dan keluar cadangan emas bank sentral akan mendukung harga logam mulia ke depan.

Heraeus menyebut, meskipun Rusia telah menjadi penjual bersih setiap bulan sepanjang tahun ini, proporsi cadangan emas negara tersebut tergolong kecil, hanya mengurangi sekitar 1% menjadi 2.305 ton, turun dari 2.327 ton pada awal tahun.

Adapun bank sentral Polandia, yang kini memegang emas terbesar di antara bank-bank sentral di Eropa menunjukkan minat yang berkelanjutan terhadap emas.

Share