Bank Dunia Bongkar Arah Emas dan Perak, Bisa Mentok di SiniBank Dunia Bongkar Arah Emas dan Perak, Bisa Mentok di Sini

Bank Dunia Bongkar Arah Emas dan Perak, Bisa Mentok di SiniBank Dunia Bongkar Arah Emas dan Perak, Bisa Mentok di Sini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – World Bank atau Bank Dunia memproyeksikan, harga emas dan perak berpotensi tertahan di sekitar level saat ini hingga 2026, di tengah tingginya volatilitas pasar global dan ketidakpastian geopolitik.

Dikutip dari Kitco, Dalam laporan Commodity Market Outlook edisi April, Bank Dunia mencatat meski pasar logam mulia sempat bergejolak tajam di awal tahun, kinerja keduanya masih cukup solid. Harga emas tercatat naik 17% pada kuartal I-2026 dibanding kuartal sebelumnya.

Sementara itu, harga perak melonjak lebih tinggi, yakni 55% dalam tiga bulan pertama tahun ini dibanding kuartal IV-2025. Secara keseluruhan, indeks harga logam mulia bahkan meningkat 84% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, Bank Dunia menilai koreksi harga yang terjadi belakangan ini mencerminkan meredanya euforia spekulatif yang sebelumnya mendorong lonjakan harga.

Momentum kenaikan emas dan perak juga mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah yang meningkatkan tekanan inflasi serta ekspektasi kenaikan suku bunga.

Meski begitu, Bank Dunia masih memperkirakan harga logam mulia akan mencatat satu tahun lagi pertumbuhan yang solid sebelum menghadapi tekanan.

Dalam proyeksi terbarunya, harga emas diperkirakan rata-rata berada di kisaran US$ 4.700 per ons tahun ini, atau naik sekitar 37% dibanding tahun lalu. Namun, harga diproyeksikan turun sekitar 7% pada 2027.

Tren serupa juga diperkirakan terjadi pada perak. Harga perak diproyeksikan mencapai rata-rata US$ 70 per ons tahun ini, melonjak 76% dibanding tahun lalu, sebelum berpotensi terkoreksi sekitar 7% pada tahun berikutnya.

“Prospek harga logam mulia sangat sensitif terhadap perubahan sentimen risiko global, permintaan spekulatif, dan kondisi makroekonomi, sehingga tetap diliputi ketidakpastian,” tulis analis Bank Dunia.

Bank Dunia menambahkan, risiko terhadap proyeksi harga masih cenderung mengarah ke atas. Ketegangan perdagangan global atau volatilitas pasar keuangan berpotensi mendorong aliran dana ke aset safe haven seperti emas dan perak, yang bisa mengerek harga melampaui proyeksi saat ini.

Tekanan Geopolitik

Share