Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Paolus Hadi meninjau pelayanan dan program strategis di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (29/4).
Tiba di Kanim Entikong, Paolus Hadi disambut Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Bernedius Pijan beserta jajaran pejabat dan staf. Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan dukungan legislatif terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara DPR RI dan instansi vertikal di wilayah.
“Saya melakukan tugas saya untuk bisa bertemu dengan teman-teman di Imigrasi Entikong ini, terutama berkaitan dengan kinerja disinilah. Apa yang mereka lakukan, ya tadi saya sudah banyak dijelaskan juga yang berkaitan dengan pelayanan-pelayanan termasuklah pengawasan orang asing. Nah, secara khusus saya berbicara juga soal inovasi mereka,” kata Paolus Hadi.
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Mantan Bupati Sanggau dua periode itu juga mengapresiasi inovasi dari Kanim Entikong yang namanya Imigrasi Mengajar.
“Itu mereka menyediakan guru-guru bahasa Inggris yang bisa menyampaikan di desa-desa binaan atau di sekolah-sekolah yang mereka tunjuk lah, supaya anak-anak kita juga bisa berkomunikasi untuk soal keimigrasian. Apalagi mereka mau lintas keluar Kalbar misalnya, seperti itu,” ujarnya.
Terkait desa binaan, lanjut PH, kedepan memang perlu ada peningkatan lebih banyak lagi.
Karena ini sangat strategis, supaya masyarakat semakin paham tugas keimigrasian dan juga jika bicara kedaulatan negara itu, Imigrasi ini didepan.
“Banyak hal yang harus diketahui dan masyarakat kita sendiri memang harus juga paham apa si Imigrasi itu. Sehingga mereka tidak terjebak dalam TPPO, jangan sampai di Malaysia mereka dideportasi,” katanya.
“Berikutnya tentu yang berkaitan dengan kinerja di sini, saya juga mengoreksi beberapa hal yang mungkin ya salah satunya ya untuk bisa pelayanan kepada masyarakat supaya lebih khusus, lebih kuat lah. Terutama masyarakat kita yang di perbatasan ini,” tambahnya.
PH juga menyampaikan ada beberapa keluhan yang diterima, salah satunya terkait yang sebelumnya ada pas lintas batas (PLB) bagi masyarakat disini yang digunakan untuk keluar masuk dengan jarak yang cukup luas.
“Nah sekarang sepertinya Malaysia membatasi. Nah ini mungkin perlu ada kegiatan Sosek Malindo lah untuk melihat ini nanti laporan-laporannya seperti apa. Karena memang sudah ada sebenarnya ada perjanjian. Nah tapi infonya Malaysia juga membatasi hari ini,” jelasnya.
Selain itu, Politisi PDI Perjuangan Sanggau itu juga mendapat masukan supaya ke depannya anak-anak perbatasan ini juga punya kesempatan untuk bisa sekolah keimigrasian, mudah-mudahan kedepan ada program ini.
Baca: Strategi Ganjar Pranowo untuk Hubungkan Langsung Dunia
“Saya berpikir ini menarik, karena memang apalagi daerah kita ini pegawai kita sangat kurang, ya imigrasi kurang. Sementara kebutuhannya sebenarnya lebih banyak, termasuklah di dalamnya bagaimana pelibatan tokoh-tokoh masyarakat kita untuk menjaga perbatasan ini. Terutama di jalur-jalur tikus yang masih cukup banyak. Jadi Negara bisa juga mensupport, selain petugas Imigrasinya,”ujarnya.
Terkait hal itu, PH akan menyampaikan pada rapat Komisi di DPR untuk bisa mendalaminya bersama mitra kerja dari Kementerian.
“Saya kira seperti itu, saya senang bisa datang ke Entikong. Semoga PLBN kita, Imigrasi kita ini semakin bermartabat,” tuturnya.