Jakarta, Detiktoday.com – Keputusan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, untuk menghentikan sementara gelaran Semarang Night Carnival (SNC) saat hujan deras melanda mendapatkan apresiasi.
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena menilai langkah tersebut adalah bentuk nyata dari kepemimpinan yang bertanggung jawab, di mana aspek keselamatan manusia ditempatkan jauh di atas seremoni acara.
“Keselamatan harus menjadi hal utama. Jangan sampai sebuah kegiatan yang seharusnya menyenangkan justru menimbulkan risiko bagi masyarakat,” ujar Samuel dalam keterangannya, Sabtu (2/5).
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Menurut Samuel, pembatalan atau penundaan acara akibat cuaca ekstrem sejalan dengan prinsip penyelenggaraan pariwisata yang aman. Ia menekankan bahwa mitigasi risiko harus menjadi “kitab suci” bagi setiap penyelenggara event besar, terutama yang melibatkan massa dalam jumlah banyak seperti SNC.
Ia juga mengingatkan bahwa selama ini masih banyak kecelakaan di destinasi wisata yang berakar dari kelalaian manusia. Oleh karena itu, ketegasan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan di tengah situasi darurat sangatlah krusial.
“Kalau tidak peduli keselamatan, maka kesenangan bisa berubah menjadi musibah,” tegas politikus yang fokus pada isu pariwisata ini.
Lebih lanjut, Samuel menekankan bahwa urusan keamanan bukan hanya beban pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama antara penyelenggara dan masyarakat. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem mitigasi di masa depan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Semarang Night Carnival adalah event besar. Mitigasi risiko harus matang agar kita mampu menghadirkan hiburan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Meskipun SNC sempat terhenti akibat hujan lebat, antusiasme warga yang tetap tinggi hingga acara dapat dilanjutkan kembali juga mendapat sorotan positif dari Samuel. Namun, ia tetap mewanti-wanti agar euforia tersebut tidak sampai mengabaikan protokol keamanan yang ada.
Dengan adanya sistem mitigasi yang lebih matang di masa depan, Samuel optimis Kota Semarang akan semakin kokoh sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menjamin keamanan bagi setiap pengunjungnya.