Wonosobo, Detiktoday.com – Harapan masyarakat Dusun Dadapan, Desa Sidoarjo, Kecamatan Garung, untuk memiliki sarana transportasi dakwah yang memadai akhirnya terwujud.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, meresmikan penyerahan bantuan satu unit mobil layanan dakwah kepada Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah, Sabtu (1/5/2026).
Bantuan ini merupakan wujud nyata realisasi aspirasi Wibowo Prasetyo yang disalurkan melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan bermitra dengan NU Care-LAZISNU sebagai penyalur kemaslahatan.
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar aset kendaraan, melainkan amanah besar untuk memperluas jangkauan layanan keagamaan dan sosial di wilayah pelosok. Ia berpesan agar yayasan pengelola menjaga kedisiplinan dalam perawatan dan administrasi.
”Pergunakan mobil ini sebaik-baiknya untuk syiar agama dan layanan umat. Saya titip agar dikelola secara tertib, penuh tanggung jawab, serta dilaporkan sesuai ketentuan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Wibowo.
Wibowo juga menambahkan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat tanpa memandang sekat.
“Aspirasi dari pesantren, madrasah, hingga yayasan akan terus kami kawal demi kemajuan umat,” imbuhnya.
Ketua Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah, Kiai Slamet Chasani, tampak terharu saat menerima bantuan tersebut. Ia mengenang bagaimana Madrasah Diniyah Nurul Yaqin dibangun dengan susah payah melalui gotong royong warga.
”Dari pembebasan tanah sampai gedung dua lantai berdiri, semua berkat swadaya masyarakat. Bahkan, banyak penjual megono di Wonosobo yang ikut menyisihkan rezekinya untuk membantu,” kenang Kiai Slamet dengan penuh rasa syukur.
Bantuan senilai kurang lebih Rp321 juta ini berupa satu unit mobil Toyota Avanza tipe G yang telah dilengkapi dengan branding dan peralatan pendukung layanan dakwah.
Adityo Negoro, Senior Asisten Manajer Pelaporan Kemaslahatan BPKH, menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari Dana Abadi Umat (DAU).
Saat ini, BPKH mengelola dana haji sekitar Rp176 triliun dengan nilai manfaat tahunan mencapai Rp12 triliun, di mana sebagian digunakan untuk subsidi jamaah haji dan sebagian lainnya dialokasikan untuk kemaslahatan umat.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
”Terdapat Dana Abadi Umat sekitar Rp4 triliun dengan nilai manfaat tahunan sekitar Rp204 miliar. Dana inilah yang dikembalikan kepada masyarakat untuk sektor pendidikan, dakwah, sarana ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi,” jelas Adityo.
Sekretaris LAZISNU PBNU, Moesafa, berharap kehadiran mobil operasional ini dapat memperkuat gerak Yayasan Nurul Yaqin Syafi’iyah dalam melayani masyarakat, baik dalam urusan pendidikan keagamaan maupun kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.
Penyerahan mobil dakwah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara wakil rakyat, lembaga negara, dan organisasi kemasyarakatan mampu menghadirkan solusi konkret hingga ke daerah terpencil. Dari dana umat, kembali untuk umat.