Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menegaskan pentingnya pendidikan Islam holistik sebagai fondasi Indonesia modern dalam kegiatan Pelatihan Pelaku Didik di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, yang diikuti sekitar 2.700 peserta dari berbagai kalangan.
“Sejak masa keemasan peradaban Islam, pendidikan menjadi fondasi kemajuan IPTEK dan peradaban global. Dari rahim pendidikan itu lahirlah tokoh-tokoh besar seperti Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan Ibnu Al-Khawarizmi yang mengharmoniskan ilmu agama dan sains,” kata Rektor Universitas UMMI Bogor ini, dikutip Selasa (5/5/2026).
Dalam forum bertema “Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama, Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan”, Rokhmin menilai sistem pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai tantangan zaman, mulai dari ketertinggalan IPTEK, kemiskinan, krisis moral, ketimpangan sosial, hingga kerusakan lingkungan.
Menurutnya, pendidikan Islam mengedepankan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek intelektual (‘aqliyyah), spiritual (ruhiyyah), dan moral (akhlaqiyyah), sehingga mampu melahirkan generasi yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan pesantren, termasuk Abdussalam Panji Gumilang, beserta jajaran yayasan, rektor, dosen, hingga para pemimpin asrama pelajar. Selain itu, para petani yang tergabung dalam P3KPI turut hadir, menegaskan bahwa pendidikan Islam juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan Islam bukan sekadar tradisi, melainkan motor penggerak perubahan bangsa melalui integrasi ilmu, iman, dan akhlak.
“Di tengah dominasi sistem pendidikan Barat yang cenderung sekuler dan berorientasi pasar, kita membutuhkan sistem pendidikan yang tidak hanya mencetak kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan keseimbangan hidup manusia. Pendidikan Islam berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits, dengan tujuan utama membentuk insan kamil,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004.
Lebih lanjut, Rokhmin mendorong transformasi pendidikan berasrama melalui modernisasi kurikulum integratif, penerapan project based learning, digitalisasi sistem pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta penciptaan lingkungan asrama yang aman dan inklusif.
Ia juga menilai Pondok Pesantren Al-Zaytun telah menjadi pionir dalam mengintegrasikan kurikulum diniyah dan pendidikan modern, termasuk penguatan kapasitas global melalui penguasaan bahasa asing serta pengembangan kewirausahaan berbasis pertanian dan peternakan.
“Jika sistem ini dijalankan konsisten dan berkelanjutan, Al-Zaytun akan menjadi role model pendidikan Islam yang sesuai dengan Islam, Pancasila, dan UUD 1945. Bahkan, menjadi benih unggul bagi kebangkitan umat Islam,” pungkasnya.