Komunitas Intelektual Perkuat Literasi Kripto dan Blockchain

Komunitas Intelektual Perkuat Literasi Kripto dan Blockchain

Share
Share

JAKARTA,Detiktoday.com– Komunitas intelektual, yang tergabung dalam organisasi nirlaba Mensa Indonesia, menilai aset kripto dan blockhchain memiliki prospek cerah ke depannya. Untuk itu, Mensa Indonesia menggandeng Pintu, salah satu platform kripto Indonesia untuk memperkuat literasi kepada anggota komunitasnya.

Kegiatan literasi yang mengusung tema “The Future of Blockchain and Cryptocurrency” ini dihadiri puluhan anggota Mensa Indonesia. Adapun topik yang dibahas terkait dasar-dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem aset kripto, hingga potensi teknologi blockchain, termasuk tokenisasi aset, serta strategi investasi aset kripto yang relevan bagi peserta.

“Kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi dengan Pintu, kami berharap anggota dapat memahami aspek kripto dan blockchain, serta potensi ke depannya,” kata Chairman of Mensa Indonesia Satriadi Gunawan dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).

Blockchain & Crypto Specialist Pintu Ari Budi Santosa menambahkan, kripto tidak lagi bisa dipersepsikan hanya sebatas trading, melainkan sebagai teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien.

Dia menjelaskan, salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem kripto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata, seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global.

“Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi lintas aset dengan cara yang lebih inklusif,” ungkap Ari.

Seiring dengan berkembangnya inovasi seperti tokenisasi, adopsi kripto secara global juga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data TRM Labs, aktivitas retail kripto global pada kuartal I-2026 mencapai US$79 miliar. Tren ini juga tercermin di Indonesia, di mana State of Mobile 2025 yang dirilis oleh Sensor Tower mencatat, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, sebesar 54% secara tahunan (YoY).

“Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak,” ucap Ari.

Share