JAKARTA,ID-Indonesia menempatkan posisinya sebagai jalan tengah di tengah persaingan, dan rivalitas geopolitik global di bidang teknologi. Indonesia lebih memilih pendekatan kolaboratif, terutama dalam membangun industri artificial intelligence (AI), di saat negara-negara besar memperkuat kontrol terhadap teknologi. Hal itu guna mendorong perkembangan ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa Indonesia memilih pendekatan kolaboratif dalam membangun industri AI di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global.