JAKARTA, Detiktoday.com – World Gold Council (WGC) mencatat bahwa aksi jual emas di antara bank-bank sentral global telah mencapai 30 ton emas pada Maret 2026.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (8/5/2026), Kepala Riset Senior APAC di WGC, Marissa Salim mengungkapkan bahwa Turki melakukan aksi jual emas terbesar di antara bank-bank sentral.
“Penjual emas terbesar di kuartal pertama adalah Turki, di mana kepemilikan sektor resmi turun hingga 79 ton berdasarkan data yang dilaporkan,” kata Salim.
“Sebagian besar penjualan terjadi pada bulan Maret dengan bank sentral menggunakan tambahan 80 ton melalui swap emas,” ungkapnya.
“Data triwulanan dari Dana Minyak Negara Azerbaijan (SOFAZ) juga menunjukkan penjualan bersih emas sebanyak 22 ton pada kuartal pertama 2026,” lanjut Salim.
WGC menyebut, bank sentral Turki telah mulai membangun kembali cadangan emasnya seiring dengan pelepasan beberapa posisi swap dolar untuk emas yang digunakan selama puncak tekanan pasar, dengan kepemilikan fisik meningkat menjadi sekitar 730 ton pada 17 April 2026.
Pemerintah Turki membuka posisi swap emas senilai sekitar 73 ton pada bulan Maret, sementara sebagian emas batangan bank sentral juga dijual selama periode tersebut, yang mengakibatkan penurunan tajam cadangan.
Operasi swap tersebut menyediakan likuiditas dolar AS untuk mengatasi percepatan arus keluar modal dan meningkatnya permintaan domestik akan mata uang asing karena bank sentral melakukan intervensi untuk mendukung lira Turki.
Sebelum perang di Iran pecah, bank sentral Turki tercatat memegang hampir 830 ton emas. Angka tersebut turun 127 ton menjadi total 693 ton pada akhir Maret 2026.
Menurut laporan, ini adalah penurunan terbesar dalam cadangan emas Turki sejak tahun 2013.