Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nico Siahaan, meminta publik tidak bersikap paranoid terkait langkah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang melibatkan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa.
“Saya sih netral-netral saja mengenai ini (pelibatan TNI) ya. Kita enggak perlu terlalu paranoid,” kata Nico, dikutip Jumat (8/5/2026).
Menurut Nico, keterlibatan institusi militer dalam memberikan materi kedisiplinan merupakan hal yang positif dan tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan.
Meski demikian, Nico memberikan dua catatan penting kepada LPDP terkait pelaksanaan program pembekalan tersebut. Pertama, ia mempertanyakan latar belakang sehingga pembekalan semacam ini dianggap mendesak untuk diberikan kepada para penerima beasiswa.
Ia menilai penting bagi LPDP melakukan evaluasi mengenai efektivitas pembekalan yang selama ini dijalankan dalam membentuk karakter para penerima beasiswa.
“Apakah selama ini tidak ada pembekalan? Kalaupun ada, pembekalan seperti apa? Apakah pembekalan ini efektif atau tidak?” tanya Nico.
Catatan kedua yang disoroti Nico berkaitan dengan eksklusivitas penyelenggara pembekalan. Menurutnya, meski militer memiliki keunggulan dalam pendidikan disiplin dan manajemen waktu, TNI bukan satu-satunya institusi yang mampu menanamkan nilai cinta tanah air.
“Pertanyaannya, apakah pendidikan militer adalah satu-satunya cara atau pembekalan terbaik untuk memberikan motivasi terhadap cinta tanah air?” ucap Nico.
Ia berpandangan bahwa berbagai instansi lain juga memiliki kapasitas untuk memberikan pembekalan yang relevan bagi mahasiswa penerima beasiswa LPDP.
“Siapapun instansi yang memberikan, bisa instansi TNI, kepolisian, bahkan Kementerian Hukum misalnya, Kementerian Komdigi atau apapun itu bisa-bisa saja. Jadi yang penting hasilnya bisa kita lihat ada yang positif nantinya,” tegasnya.
Nico menambahkan, selama materi yang diberikan berkaitan dengan kedisiplinan, penghargaan terhadap waktu, serta nilai nasionalisme, maka hal tersebut dinilai baik bagi para calon intelektual Indonesia.
“Kalau TNI memberikan pendidikan mengenai disiplin, ya kan, bagaimana mereka juga menghargai waktu, bagaimana juga mereka menghargai apa yang mereka punya, kemudian dikaitkan dengan cinta tanah air, nasionalisme, menurut saya itu baik-baik saja. Kan begitu. Kita nggak perlu apriori lah terhadap siapa yang memberikan pelatihan ini,” jelasnya.
Sebagai informasi, LPDP menggandeng TNI Angkatan Udara untuk memfasilitasi program Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima beasiswa magister (S2) dan doktor (S3). Kegiatan tersebut berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, mulai Senin (4/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).