Saham BUMI Kembali ke Titik Awal

Saham BUMI Kembali ke Titik Awal

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Saham emiten pertambangan  PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sempat selalu hijau pada pekan terakhir bulan lalu, 27-30 April 2026. Dari harganya Rp 216 per 24 April (pekan sebelumnya), saham BUMI melompat 11,11% ke Rp 240 pada penutupan 30 April.

Tapi situasinya berbalik arah pada pekan ini. Saham BUMI dua kali merah dan tiga kali stagnan. Merah BUMI di 4 Mei mencapai -4,17% dan pada 8 Mei kemarin jatuhnya -6,09%. Membuat saham BUMI kembali ke ‘titik awal’ di Rp 216, sama dengan penutupan 24 April lalu, sebelum melompat pada 27-30 April.

Salah satu faktor pemicu pelemahan saham BUMI adalah aksi jual investor asing. Di 4 Mei, net sell asing sebesar Rp 114,62 miliar dan pada 8 Mei sejumlah Rp 82,88 miliar. Dalam satu pekan terakhir, saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini mencatatkan net sell asing Rp 195,7 miliar.

Kiwoom Sekuritas dalam hitung-hitungannya kemarin menyebut support pertama saham BUMI pada 229 dan support kedua 226. Titik stoploss pada level 222.

Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebut sentimen negatif sektor tambang. Menurut broker efek tersebut, pemerintah tengah mengkaji kenaikan royalti minerba melalui revisi PP 19/2025, sekaligus membuka opsi penerapan skema bagi hasil ala migas untuk sektor tambang.

Potensi dampak ke emiten pertambangan, kata BRIDS, di antaranya margin laba berpotensi tertekan akibat kenaikan beban royalti. Ketidakpastian regulasi dapat menahan ekspansi & investasi. Sentimen pasar terhadap sektor tambang cenderung negatif dalam jangka pendek

“Namun di sisi lain, kebijakan ini dapat meningkatkan penerimaan negara di tengah tingginya harga komoditas global,” sebut BRIDS dalam ulasannya, Jumat (8/5/2026).

Share