Deni Targetkan Kota Surabaya Harus Tetap Jadi Kandang Banteng

Deni Targetkan Kota Surabaya Harus Tetap Jadi Kandang Banteng

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji menegaskan, bahwa Musancab merupakan konsolidasi rutin partai yang digelar setiap lima tahun sekali. 

Menurutnya, restrukturisasi kepengurusan PAC adalah hal wajar dalam dinamika organisasi.

“Ini konsolidasi lima tahunan. Kalau ada restrukturisasi organisasi dalam kepengurusan PAC itu hal biasa. Penekanan kita sekarang, minimal 50 persen anak-anak Gen Z masuk dalam jajaran pengurus,” kata politisi senior PDI Perjuangan yang akrab disapa Cak Ji tersebut.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

Cak Ji menekankan pentingnya regenerasi kader untuk menghadapi tantangan politik ke depan. Ia juga meminta seluruh pengurus PAC  menjadi  “manusia politik”, bukan sekadar politisi yang hanya mengejar kekuasaan.

“Kalau jadi manusia politik, kalian punya ide, gagasan dan inovasi untuk menggerakkan organisasi dan mendengar rakyat,” tegasnya.

Cak Ji juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menyalahgunakan program bantuan partai maupun kekuasaan yang dimiliki.

“Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang rakyat dari program -program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.

Cak Ji kembali menegaskan, bahwa seluruh kader  harus menjaga kekompakan demi mempertahankan dominasi PDI Perjuangan di Surabaya.

“Rumus kalah itu tidak ada kalau kita kompak. Kita punya wali kota, wakil  wali kota, ketua DPRD, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kota. Tinggal semangat dan kemauan turun mendengar rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan  Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan Surabaya sebagai “kandang banteng” harus tetap menjadi kekuatan utama PDI Perjuangan secara nasional.

Deni mengingatkan, hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi serius setelah kursi PDI Perjuangan di DPRD Surabaya turun menjadi 11 kursi.

“Surabaya kategori kuat, tetapi kursinya masih jauh dari harapan. Ini tantangan besar karena Surabaya adalah tempat lahir Bung Karno. Surabaya harus nomor satu,” katanya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Deni menargetkan PDI Perjuangan Surabaya minimal kembali meraih 15 kursi DPRD pada Pemilu 2029. Untuk mencapai target itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mewajibkan regenerasi kader dengan memberi ruang lebih besar kepada anak muda.

“Minimal 20 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun. Tahun 2029 pemilih Gen Z hampir 60 persen. Kalau tidak memberi ruang anak muda, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Deni juga mengingatkan agar kader tidak lagi terjebak konflik internal maupun praktik penyalahgunaan program bantuan.

“Tidak ada lagi blok – blokan, tidak ada orang-orangan. Semua adalah orangnya PDI Perjuangan,” ujarnya.

Share