Harga Emas Digital Hari Ini, Rabu 6 Mei 2026: Naik Pesat

Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 12 Mei 2026: Naik Pesat

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas digital hari ini, Selasa 12 Mei 2026, terpantau cenderung naik pesat. Hal tersebut tidak terlepas dari pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, minat masyarakat terhadap emas digital terus bertumbuh. Investasi pada emas digital makin populer karena dapat diakses secara online, fleksibel, dan bisa membeli emas mulai dari nominal kecil.

Ini menjadikan emas digital alternatif menarik bagi investor ritel yang ingin berinvestasi secara bertahap, namun tetap aman.

Berikut adalah update harga emas digital hari ini – hingga berita ini ditayangkan – yang dikutip dari berbagai platform jual beli emas digital seperti Treasury, Lakuemas, dan ShariaCoin:

1. PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)

– Harga beli: Rp 2.697.586 per gram (+Rp 13.870)

– Harga jual: Rp 2.608.703 per gram.

2. PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas)

– Harga beli: Rp 2.733.000 per gram (+Rp 20.000)

– Harga jual: Rp 2.660.000 per gram (+Rp 20.000)

3. PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)

Harga beli: Rp 2.801.000 per gram (stabil)

– Harga jual: Rp 2.718.000 per gram (stabil)

Sementara itu, harga emas kembali mendapatkan momentum dari optimisme baru seputar peluang tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Dikutip dari Kitco News, Selasa (12/5/2026), analis emas di Heraeus menilai bahwa pembicaraan de-eskalasi pekan lalu antara Iran dan AS membantu meningkatkan harga emas karena mendorong penurunan harga minyak.

Harga emas sempat menguat 0,53% ke level US$ 4.759 per troy ounce saat berita ini ditulis. “Harga minyak turun setelah berita tersebut, memicu kenaikan harga saham dan emas,” kata analis emas di Heraeus.

Kalangan analis menyoroti harga minyak mentah Brent turun 6,2% sementara S&P 500 naik 1% dan harga emas menguat 2,7%.

Korelasi antara emas – yang sering dianggap sebagai aset aman – dan saham, yang sering dianggap berisiko lebih tinggi, disebabkan oleh dampak konflik berkepanjangan terhadap suku bunga.

Jika harga naik secara signifikan, pasar memperkirakan suku bunga juga akan naik. Hal ini memengaruhi emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil dan saham, yang sensitif terhadap kenaikan biaya dana.

Share