JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, Detiktoday.com menyajikan berita-berita ekonomi penting sepanjang hari ini, Rabu (13/5/2026), mulai dari IHSG usai pengumuman MSCI, rupiah coba bangkit, hingga dampak perang ke warna kemasan camilan.
Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1. IHSG Merosot Hampir 2% saat Pengumuman Rebalancing MSCI
Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (13/5/2026), ditutup melemah 135,5 poin (1,98%) ke level 6.723,3.
Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 19,33 triliun. Sebanyak 260 saham menguat, sedangkan 428 saham turun dan 271 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 36,6 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,27 juta kali.
Kinerja IHSG pada hari ini menjadi krusial bagi pelaku pasar karena bersamaan dengan pengumuman rebalancing MSCI.
Baca selengkapnya
2. Rupiah Coba Bangkit Setelah Terkapar di Rp 17.500
Rupiah menguat 53 poin menjadi sebesar Rp 17.475 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, setelah sebelumnya terkapar di level Rp 17.528 per dolar AS. Posisi sebelumnya itu merupakan all time low bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menghadapi tren pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini. Pemerintah, kata dia, memahami sumber tekanan terhadap rupiah dan menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan karena ditopang fundamental ekonomi yang kuat.
“Tidak perlu panik, karena fondasi ekonomi bagus, kami tahu betul kelemahan di mana dan bisa kami perbaiki,” ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).
Baca selengkapnya
3. Bahlil & Purbaya Sepakat Susun Formula Baru Royalti Tambang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan isi pertemuannya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membahas penerimaan negara dari sektor pertambangan, termasuk rencana penyesuaian royalti dan pajak ekspor komoditas mineral.
Pertemuan yang dimaksud berlangsung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Bahlil mengatakan, pemerintah saat ini masih menangguhkan penerapan kebijakan royalti dan pajak ekspor untuk sejumlah komoditas seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Penundaan dilakukan guna menyusun formulasi yang dinilai lebih tepat dan berimbang.
Baca selengkapnya
4. Industri Kesehatan Diterpa “Perfect Storm”
Industri kesehatan nasional tengah menghadapi badai tekanan secara bersamaan atau juga dikenal sebagai “perfect storm”. Gangguan rantai pasok global, lonjakan biaya energi dan bahan baku, pelemahan rupiah, hingga ketatnya regulasi menjadi tantangan berat bagi industri farmasi dan alat kesehatan.
Ketua Bidang Kesehatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Irawati Setiady, mengatakan bahwa tekanan yang datang serentak tersebut membuat industri kesehatan berada dalam situasi yang tidak mudah. Situasi ini bermula sejak pecahnya konflik di Timur Tengah di akhir Februari lalu.
“Industri saat ini berada dalam perfect storm,” ungkap Irawati kepada Investor Daily, Rabu (13/5/2026).
Baca selengkapnya
5. Kemasan Camilan Berubah jadi Hitam-Putih karena Terdampak Perang
Ada pemandangan tak biasa di rak-rak toko swalayan Jepang belakangan ini. Kemasan camilan populer yang biasanya berwarna-warni cerah kini berubah menjadi hitam-putih. Hal ini terjadi setelah perang di Iran memicu kelangkaan bahan baku tinta warna di pasar global.
Raksasa produsen camilan asal Tokyo, Calbee Inc., mengumumkan mereka terpaksa mengubah desain kemasan untuk 14 produk unggulannya mulai 25 Mei 2026 mendatang. Langkah ekstrem ini diambil guna memastikan ketersediaan produk di pasar tetap terjaga di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
Baca selengkapnya