Rokhmin Dahuri Ajak Masyarakat Jadikan Kebaikan Kebiasaan Hidup dan Bentuk Investasi Abadi

Rokhmin Dahuri Ajak Masyarakat Jadikan Kebaikan Kebiasaan Hidup dan Bentuk Investasi Abadi

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, mengajak masyarakat menjadikan kebaikan sebagai kebiasaan hidup dan bentuk investasi abadi yang dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan balasan manusia. 

Pesan tersebut disampaikannya dalam tausiyah bertajuk Cahaya Fajar Tahajud yang rutin dibagikannya kepada publik, dikutip Sabtu (16/5/2026).

“Berbuatlah baiklah kita selagi masih bisa berbuat, jangan pikirkan apa balasannya dan berapa pahalanya. Karena setiap apa yang kita lakukan pasti ada imbalan yang akan kembali kepada kita,” kata Rokhmin.

Dalam tausiyahnya, Guru Besar Ilmu Kelautan IPB University itu menjelaskan bahwa hadits tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan sejati harus dilakukan secara ikhlas tanpa perhitungan untung-rugi.

“Di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan, mulai dari gejolak ekonomi global hingga krisis moral, kita tidak boleh lelah menanam kebaikan. Kebaikan itu seperti mata air, semakin dibagikan semakin melimpah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut.

Prof. Rokhmin juga menguatkan pesannya dengan mengutip Al-Qur’an Surah An-Najm ayat 38–40 yang menegaskan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas amal perbuatannya masing-masing.

“Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan kepadanya,” ucapnya.

Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan prinsip tanggung jawab individu, di mana setiap amal sekecil apa pun akan tercatat dan kembali kepada pelakunya.

“Tidak ada amal yang sia-sia. Senyum kepada tetangga, membantu UMKM, menjaga laut dari pencemaran, atau merumuskan kebijakan pro-rakyat di Senayan, semua bernilai di sisi Allah,” tegas Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Lebih lanjut, legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan firman Allah dalam QS. Ar-Rahman ayat 60 yang berbunyi, “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.”

Menurutnya, ayat tersebut merupakan hukum alam sekaligus hukum sosial yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau kita ingin negeri ini damai, maka tebarkan kebaikan. Kalau ingin rakyat sejahtera, maka kebijakan harus berlandaskan keberpihakan yang baik. Kebaikan akan melahirkan kebaikan berikutnya,” jelasnya.

Menutup tausiyahnya, Prof. Rokhmin kembali mengutip QS. Al-Baqarah ayat 195 yang menyebutkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Ia pun mengajak masyarakat untuk memulai kebiasaan berbuat baik dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Berbuat baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain adalah bentuk syukur kita sebagai hamba. Jangan tunggu kaya untuk sedekah, jangan tunggu jadi pejabat untuk peduli. Mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri,” ungkapnya.

“Semoga bermanfaat dan menginspirasi diri gemar beramal serta berbuat baik, Aamiin Allahumma Aamiin,” pungkasnya.

Share