JAKARTA, Detiktoday.com – World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa permintaan emas di Indonesia menunjukkan tren peningkatan pada kuartal pertama 2026.
WGC mencatat bahwa permintaan emas di Indonesia meningkat sebesar 47% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan menjelaskan, peningkatan ini merupakan bagian dari tren global di mana posisi emas sebagai safe-haven terus menarik minat investor.
“Selama krisis finansial Asia 1997–1998, emas membantu mempertahankan daya beli masyarakat saat rupiah terdepresiasi tajam. Pola ini terus berulang setiap terjadi pelemahan mata uang dan tekanan pasar,” ungkap Fan dalam konferensi pers virtual, dikutip pada Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya, pada tahun 2025 performa emas dalam negeri mengungguli mayoritas saham, baik saham domestik maupun global, serta obligasi dalam denominasi rupiah.
Juga pada kuartal pertama 2026, permintaan emas naik 14% dalam rupiah di saat pasar saham domestik terkoreksi hingga 13%.
“Analisis WGC mencatat bahwa alokasi emas sebesar 2,5% saja dapat meningkatkan kualitas portofolio investor Indonesia dengan mengurangi risiko konsentrasi dan memperkuat diversifikasi,” beber Fan.
Adapun total permintaan emas global mencapai 1.231 ton pada kuartal pertama 2026 atau meningkat 2% secara tahunan.
Di pasar Asia, yakni China, India, Korea Selatan, dan Jepang peningkatan pembelian emas terjadi pada segmen emas batangan dan koin, yang turut berkontribusi pada pergeseran struktural yang sedang berlangsung dalam permintaan emas global.
Permintaan emas di China tumbuh 67% (yoy) ke rekor 207 ton, melampaui rekor kuartalan sebelumnya sebesar 155 ton pada kuartal kedua 2013.