Harga Emas dan Perak Rontok, Yield Obligasi AS Mengganas

Harga Emas Jebol US$ 4.500, Perak Ikut Ambruk, Ini Biang KeroknyaHarga Emas Jebol US$ 4.500, Perak Ikut Ambruk, Ini Biang Keroknya

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com Harga emas dunia kembali tertekan dan jatuh di bawah level psikologis US$ 4.500 per ons troi pada perdagangan Selasa (19/5/2026), seiring lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS), penguatan dolar AS, serta kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi global.

Dikutip dari Kitco, harga emas spot ditutup anjlok 1,84% ke level US$ 4.481,20 per ons troi. Sementara itu, harga perak spot ambles lebih dalam hingga 5,13% menjadi US$ 73,58 per ons troi setelah menembus area support penting US$ 74.

Tekanan utama datang dari pasar obligasi AS. Yield Treasury tenor 10 tahun bertahan di kisaran 4,6%, sedangkan yield tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak.

Data ekonomi AS juga menunjukkan pasar properti masih cukup solid. Pending home sales April naik 1,4%, melampaui ekspektasi pasar sebesar 1%. Namun, data tersebut bukan faktor utama penggerak pasar logam mulia.

Pasar kini lebih fokus pada lonjakan yield dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.

Harga minyak mentah sempat melemah setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran. Namun, pasar masih mencermati negosiasi AS-Iran yang belum menunjukkan kepastian.

Yield Tekan Emas

Share