Konflik Teluk Picu Stagflasi Global, Ini Analisis Elev8Konflik Teluk Picu Stagflasi Global, Ini Analisis Elev8

Konflik Teluk Picu Stagflasi Global, Ini Analisis Elev8Konflik Teluk Picu Stagflasi Global, Ini Analisis Elev8

Share
Share

Yong Ang menambahkan, ECB memangkas proyeksi pertumbuhan ke 0,9% akibat guncangan energi, sementara BOE menahan rencana pemangkasan suku bunga di tengah inflasi yang mendekati 4%. BOJ juga berada di bawah tekanan untuk menaikkan suku bunga seiring inflasi inti mendekati target dan yen melemah lebih dari 13% terhadap dolar AS.

“Dolar AS tetap menjadi pemenang utama sebagai safe haven, didukung imbal hasil tinggi dan ketidakpastian global. Sebaliknya, EUR dan GBP tertekan akibat risiko resesi energi, sementara USD-JPY tetap volatil akibat tekanan inflasi Jepang,” tambahnya.

Di pasar komoditas, Yong Ang menyebut, harga emas bergerak dalam fase konsolidasi setelah sempat menyentuh US$ 5.430 per ons troi. Saat ini emas stabil di kisaran US$ 4.600 – 4.800, dengan kenaikan sekitar 9% year-to-date.

Elev8 menilai emas berada dalam fase tarik-menarik, didukung risiko geopolitik, tetapi dibatasi suku bunga tinggi dan penguatan dolar AS. Secara teknikal, rentang US$ 4.500 – 5.000 menjadi area utama perdagangan.

Elev8 menekankan, volatilitas tinggi akan terus berlanjut selama konflik energi berlangsung. Trader disarankan fokus pada manajemen risiko ketat, terutama menjelang data energi, rilis bank sentral, dan perkembangan negosiasi geopolitik.

“Dalam kondisi ini, volatilitas bukan hanya risiko, tetapi juga peluang, jika dikelola dengan disiplin,” tutup Elev8.

Share