JAKARTA, Detiktoday.com – Istilah ‘serok, serok’ kejadian di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). BUMI menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing selama dua hari berturut-turut.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5/2026), investor asing mencetak transaksi beli bersih (net buy) saham BUMI di pasar reguler senilai Rp 203,8 miliar, terbesar dibandingkan saham lainnya.
Sehari sebelumnya, Rabu (20/5/2026), asing juga mencatatkan net buy terbesar pada saham BUMI mencapai Rp 223,4 miliar.
Pembelian saham emiten Grup Bakrie dan Salim itu terjadi saat pasar saham Indonesia mengalami tekanan jual hebat, yang ditandai oleh jatuhnya indeks harga saham gabungan (IHSG).
Adapun saham BUMI pada perdagangan Kamis (21/5) ditutup anjlok 5,2% ke level Rp 164. Dengan demikian, dalam sepekan terakhir, BUMI telah terpangkas 23,3% dan sebulan ambles 32,2%. Selama year to date (ytd), BUMI longsor 55,19%.
Maybank Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan bahwa net foreign flow yang positif pada saham BUMI dapat mengindikasikan posisi baru bagi smart money dan membuka peluang pembalikan arah jangka pendek.
Saham Bumi Resources (BUMI) turut terimbas isu soal peraturan baru tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis, yang akan mewajibkan ekspor komoditas melalui BUMN bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Peraturan baru tersebut ditujukan untuk menekan praktik under–invoicing dan under–accounting, serta memberikan Indonesia pengaruh yang lebih besar dalam penentuan harga.
Tahap awal, kewajiban ekspor melalui 1 pintu ini menargetkan komoditas batu bara, CPO, dan ferroalloy. Aturan baru ini akan diimplementasikan pada masa transisi mulai 1 Juni 2026, dengan implementasi penuh pada 1 September 2026.
Prospek BUMI