JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Kamis (21/5/2026):
1. Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026: Menguat Perkasa
Nilai tukar (kurs) rupiah kembali menguat perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis pagi, 21 Mei 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 9.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini menguat 2 poin (0,01%) ke level Rp 17.651 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terlihat juga menguat 0,06% ke level 99.153.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada hari Rabu (20/5) ditutup menguat 52 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 17.653.
2. IHSG Rontok Lagi, Ini Gara-garanya
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali anjlok pada sesi I perdagangan Kamis (21/5/2026). Di sekitar pukul 09.28 WIB, IHSG minus 1,50% ke 6.223. IHSG selalu memerah sejak 8 Mei 2026.
Phintraco Sekuritas sebelumnya menjelaskan, IHSG kemarin ditutup melemah di level 6.318,5 (0,82%), setelah bergerak fluktuatif. Secara teknikal, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross.
Dalam pidatonya di DPR, Phintraco Sekuritas menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto antara lain menyampaikan target defisit anggaran tahun 2027 sebesar 1,8%-2,4% dari PDB. Selain itu, Phintraco Sekuritas menambahkan, presiden juga mengumumkan Pemerintah akan mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA)
3. Rupiah Hari Ini Berbalik Arah, Ini Penyebabnya
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik melemah pada Kamis (21/5/2026) siang, setelah sempat menguat di awal sesi. Tekanan datang dari penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal domestik.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 13.13 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini terkoreksi 21,5 poin (0,12%) ke level Rp 17.675 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 99,16.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang masih tinggi. Sedangkan sentimen dari domestik, Rully mengatakan, kondisi fiskal pemerintah dinilai cenderung rapuh terhadap geopolitik, harga minyak, subsidi, dan insentif untuk menjaga data beli masyarakat.
4. S&P Beri Peringatan Keras soal Badan Ekspor RI
Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk BUMN ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia, sebagai satu-satunya badan yang memegang mandat mengelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Namun demikian, kebijakan itu menuai kritik tajam dari lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings.
Melansir Reuters, S&P Global Ratings dalam pernyataannya pada Kamis (21/5/2026), mengatakan bahwa kebijakan Indonesia yang mengendalikan pengiriman komoditas secara terpusat itu dapat merugikan kinerja ekspornya, menekan pendapatan negara, dan berdampak pada neraca pembayaran.
Lembaga itu juga memberi peringatan keras bahwa faktor-faktor tersebut akan menciptakan ketidakpastian yang lebih besar terhadap peringkat S&P untuk Indonesia.
5. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau kompak stabil di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas pada Kamis pagi, 21 Mei 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Berikut adalah daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Kamis (21/5/2026):