Harga Minyak Anjlok 2%, Pasar Harap-harap Cemas Negosiasi AS dan IranHarga Minyak Anjlok 2%, Pasar Harap-harap Cemas Negosiasi AS dan Iran

Harga Minyak Anjlok 2%, Pasar Harap-harap Cemas Negosiasi AS dan IranHarga Minyak Anjlok 2%, Pasar Harap-harap Cemas Negosiasi AS dan Iran

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.com Harga minyak dunia ditutup anjlok sekitar 2% pada perdagangan Kamis (21/5/2026), di tengah tingginya volatilitas pasar akibat ketidakpastian prospek penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent ditutup anjlok US$ 2,44 (2,3%) ke level US$ 102,58 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 1,9 (1,9%) ke posisi US$ 96,35 per barel. Keduanya mencatat penutupan terendah dalam hampir dua pekan terakhir.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hingga 4% setelah Reuters melaporkan Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan arahan yang memperkecil harapan tercapainya penyelesaian cepat konflik. Namun reli tersebut berbalik arah menjelang akhir perdagangan.

Laporan Reuters yang mengutip dua sumber senior Iran menyebutkan Teheran mulai memperkeras sikap terhadap tuntutan utama AS. Arahan dari Ayatollah Mojtaba Khamenei dinilai dapat mempersulit negosiasi sekaligus menghambat upaya Presiden Donald Trump mengakhiri perang.

Trump kemudian mengatakan, AS pada akhirnya akan mengambil kembali cadangan uranium Iran yang diperkaya tinggi. Washington menilai uranium tersebut berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan program itu murni untuk tujuan damai.

Situasi memanas setelah Iran mengumumkan pembentukan ‘Persian Gulf Strait Authority’ yang akan mengawasi zona maritim terkendali di Selat Hormuz.

Harga minyak bergerak liar sepanjang perdagangan. Penguatan sempat bertambah setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan sistem tarif lintasan kapal di Selat Hormuz dapat membuat kesepakatan diplomatik sulit tercapai. Namun harga kembali melemah setelah Rubio menyebut pejabat Pakistan akan berkunjung ke Iran untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Analis ING menilai pasar mulai berhati-hati karena situasi serupa sebelumnya berakhir mengecewakan. ING memproyeksikan rata-rata harga Brent berada di level US$ 104 per barel pada kuartal ini.

Sementara itu, UBS menaikkan proyeksi harga minyak sebesar US$ 10 per barel. Bank investasi tersebut memperkirakan harga Brent mencapai US$ 105 per barel dan WTI di level US$ 97 per barel pada September mendatang.

Iran juga memperingatkan potensi serangan lanjutan dan memperkuat kontrol atas Selat Hormuz yang masih sebagian besar tertutup. Sebelum perang pecah, jalur tersebut mengalirkan minyak dan gas alam cair setara sekitar 20% konsumsi energi global.

Ekonomi Euro Melorot

Share