Harga Emas Keok, Pasar Takut The Fed Kembali GarangHarga Emas Keok, Pasar Takut The Fed Kembali Garang

Harga Emas Keok, Pasar Takut The Fed Kembali GarangHarga Emas Keok, Pasar Takut The Fed Kembali Garang

Share
Share

Negosiasi antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz juga masih menjadi perhatian utama pasar. Meski terdapat indikasi kemajuan menuju kesepakatan, perbedaan besar masih terjadi terkait uranium Iran dan kontrol atas jalur vital pengiriman energi dunia tersebut.

Situasi itu membuat harga minyak bergerak volatil dan meningkatkan premi risiko inflasi di pasar keuangan. Akibatnya, emas gagal mempertahankan momentumnya sebagai aset lindung nilai karena investor lebih fokus pada potensi kenaikan suku bunga AS.

Di pasar berjangka, kontrak emas Comex ditutup turun 0,76% secara mingguan menjadi US$ 4.521 per ons. Harga emas kini mencatat dua pekan pelemahan berturut-turut dengan total penurunan sekitar 4,22% dalam dua minggu terakhir.

Sementara itu, harga minyak mentah WTI sempat diperdagangkan di kisaran US$ 98,25 per barel, sedangkan Brent menyentuh US$ 105,19 per barel dalam perdagangan yang volatil. Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun juga bertahan di area 4,6%.

Secara teknikal, analis menilai harga emas menghadapi resistance kuat di kisaran US$ 4.530 hingga US$ 4.550 per ons troi. Jika berhasil menembus area tersebut, emas berpeluang menuju US$ 4.660 hingga US$ 4.680 per ons troi.

Namun jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus support US$ 4.491 ons troi, emas berpotensi turun lebih dalam menuju kisaran US$ 4.350 hingga US$ 4.370 per ons troi.

Share