Harga CPO Bangkit, Pasar Tunggu Kepastian Ekspor Baru RIHarga CPO Bangkit, Pasar Tunggu Kepastian Ekspor Baru RI

Harga CPO Bangkit, Pasar Tunggu Kepastian Ekspor Baru RIHarga CPO Bangkit, Pasar Tunggu Kepastian Ekspor Baru RI

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bangkit pada Jumat (22/5/2026), usai sempat jatuh parah pada perdagangan sehari sebelumnya. Kenaikan itu didorong aksi bargain hunting setelah penurunan tajam yang terjadi usai pengumuman sistem pengawasan ekspor baru Indonesia awal pekan ini.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Jumat (22/5/2026), kontrak berjangka CPO untuk Juni 2026 naik 27 Ringgit Malaysia menjadi 4.430 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juli 2026 menguat 30 Ringgit Malaysia menjadi 4.463 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Agustus 2026 terkerek 28 Ringgit Malaysia menjadi 4.486 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO September 2026 menanjak 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.502 Ringgit Malaysiaper ton.

Kontrak berjangka CPO Oktober 2026 menguat 18 Ringgit Malaysia menjadi 4.525 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO November 2026 naik 15 Ringgit Malaysia menjadi 4.552 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Tradingview, secara mingguan, kontrak CPO membukukan kenaikan 1,49%, sekaligus mengakhiri tren pelemahan selama tiga pekan berturut-turut.

Kepala riset komoditas Sunvin Group Anilkumar Bagani mengatakan, pasar mulai melakukan pembelian setelah harga sebelumnya terkoreksi tajam. “Pasar saat ini menunggu kejelasan terkait sistem pengawasan ekspor baru Indonesia sehingga memicu aksi bargain hunting dan koreksi naik,” ujar Bagani.

Meski demikian, pasar juga khawatir Indonesia akan mendorong ekspor CPO lebih besar sebelum sistem baru tersebut resmi diterapkan. Kondisi itu dinilai dapat membatasi penguatan harga.

Harga Minyak Nabati

Share