JAKARTA, Detiktoday.com – Emas batangan kembali menjadi incaran bank-bank sentral global, termasuk di kawasan Afrika. Seperti diketahui, belakangan ini sejumlah bank sentral masih terus membeli emas.
Aksi timbun emas oleh bank-bank sentral di seluruh dunia terus terjadi karena lonjakan harga emas meningkatkan daya tarik logam mulia itu sebagai aset cadangan.
Dikutip dari Mining, Sabtu (23/5/2026), Ghana yang dikenal sebagai produsen emas terbesar di Afrika dilaporkan telah meminta penambang emas domestik untuk menjual 30% dari produksi tahunan ke bank sentral sebagai bagian dari upaya peningkatan cadangan aset negara itu.
Ghana telah meluncurkan program pembelian emas batangan pada 2022, kemudian mengamankan kesepakatan dengan para penambang melalui Kamar Pertambangan Ghana untuk memasok 20% dari produksi tahunan mereka ke bank sentral.
Cadangan emas Ghana telah naik menjadi 19,2 metrik ton pada Februari 2026, menurut data dari Bank Ghana.
Pemerintah negara itu memperluas program tersebut pada bulan Februari, menargetkan peningkatan cadangan emas hingga 157 ton pada tahun 2028 mendatang.
“Kali ini, kami bermaksud untuk menegosiasikan 30% dari produksi emas tahunan (dari penambang) dengan seluruhnya akan dikirim dalam bentuk emas batangan,” kata Paul Bleboo, kepala program manajemen emas bank sentral Ghana.
Tahun lalu, penambang industri mengirimkan sekitar 10 ton emas ke bank sentral Gana dibandingkan dengan produksi yang tercatat sekitar 100 ton, atau sekitar 10% dibandingkan dengan komitmen 20%, kata Bleboo.
Bank sentral bertujuan untuk meningkatkan cadangan sambil meningkatkan ketertelusuran, dengan pedagang emas negara GoldBod bertindak sebagai “penjaga gerbang” yang harus dilalui semua ekspor.
Pada tahun 2025 lalu, bank sentral Ghana mencatat kerugian operasional sebesar US$ 1,37 miliar imbas pengeluaran biaya untuk pengetatan moneter dan peningkatan cadangan, termasuk kerugian yang terkait dengan program pembelian emas, sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangannya.